HUMAS UIN MALANG - Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 163 “Ardhadipa” Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mendedikasikan waktu KKMnya dengan mengisi kegiatan mengajar di SDN 1 Ngadirejo, Kecamatan Jabung, Malang, Senin (6/1/2025) hingga akhir Januari mendatang.
Program mengajar ini menjadi prioritas mahasiswa dalam bidang pendidikan, terutama dalam hal pengajaran di sekolah dasar dengan memberikan materi pelajaran kepada siswa-siswi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Dimulai bersamaan dengan semester genap tahun ajaran 2024/2025, pihak sekolah memberikan kesempatan bagi mahasiswa KKM 163 “Ardhadipa” untuk terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran di SDN 1 Ngadirejo sehingga Program mengajar ini mendapat respon positif dari pihak sekolah.
Saat upacara bendera berlangsung, salah satu guru yang bertugas menjadi pembina upacara menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kesediaan mahasiswa KKM untuk mengajar di SDN 1 Ngadirejo.
“Kami sangat berterima kasih atas adanya program KKM dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kehadiran mahasiswa di sini memberikan bantuan yang sangat berarti. Selain itu, dengan adanya program ini, para siswa-siswi juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan mahasiswa yang diharapkan memberikan cara belajar yang lebih menyenangkan,” ujarnya.
Ia juga memberikan pesan penting kepada siswa-siswi SDN 1 Ngadirejo agar mereka tidak menganggap mahasiswa KKM sebagai teman sebaya, tetapi sebagai guru yang memberikan pembelajaran dan bimbingan. “Saya juga ingin mengingatkan kepada anak-anak, tolong anggaplah kakak-kakak KKM seperti kami, yaitu sebagai guru bukan sebagai teman sebaya. Bersikap sopan dan turuti arahan kakak-kakak KKM,” tambahnya. Pesan ini dimaksudkan untuk menciptakan kedisiplinan dan menghormati peran mahasiswa dalam program KKM.
Program KKM ini juga memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa. Para mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang telah dipelajari di dunia perkuliahan dan melatih keterampilan mengajar mereka sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, para mahasiswa juga diharapkan dapat berkomunikasi dengan siswa-siswi sekolah dasar secara efektif, menyampaikan materi dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami.
Salah satu metode pengajaran yang dilakukan adalah memperkenalkan alfabet kepada beberapa anak yang kesulitan menulis dan membaca dengan poster yang menarik. Program mengajar juga memberikan peluang bagi mahasiswa untuk belajar lebih dalam mengenai dunia pendidikan, tantangan yang ada, dan cara mengatasi hambatan yang mungkin timbul dalam proses belajar mengajar. Selain itu, program ini diharapkan dapat menginspirasi para siswa-siswi sekolah dasar untuk melanjutkan sekolah hingga ke jenjang yang lebih tinggi. (ad/sf)
Kontributor: Kelompok 163 KKM Ardhadipa
Editor Sulthan Fathani Elsyam



