HUMAS UIN MALANG – Moderasi beragama menjadi kunci dalam membangun harmoni di tengah keberagaman, termasuk di dunia pendidikan. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Gantari Bhumi UIN Malang mengambil langkah konkret dengan menyusun buku pedoman sholat yang dirancang khusus untuk siswa sekolah dasar (SD). Dengan bimbingan guru agama, buku ini diserahkan sebagai inventaris pembelajaran di sekolah pada (16/1) guna mendukung pengajaran agama yang lebih inklusif dan terstruktur.
Buku ini dirancang tidak hanya sebagai panduan sholat, tetapi juga memuat materi fiqih dan thaharah yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman anak-anak. Pendekatan ini membantu siswa, khususnya yang sedang berada di masa transisi menuju remaja, untuk memahami kewajiban agama dengan cara yang sederhana namun mendalam. Pemahaman agama yang benar sejak dini diyakini dapat membentuk kebiasaan positif serta ketaatan beragama yang berkelanjutan.
Guru-guru di sekolah menyambut baik kehadiran buku pedoman ini. Mereka merasa terbantu karena materi yang biasanya dianggap kompleks kini dapat disampaikan dengan lebih terstruktur dan menarik. Buku ini menjadi alat bantu yang efektif dalam proses pengajaran agama, mendorong siswa untuk lebih disiplin dalam menjalankan ibadah sekaligus memahami nilai-nilai agama secara praktis.
Selain membantu pelaksanaan ibadah, buku ini juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Anak-anak diajak untuk tidak hanya mempelajari teori agama, tetapi juga menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, buku ini berkontribusi pada pembentukan karakter siswa secara holistik.
Mahasiswa KKM Gantari Bhumi UIN Malang yang terlibat dalam proyek ini mendapatkan pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu yang mereka pelajari di kampus. Mereka belajar untuk memahami kebutuhan pendidikan di tingkat dasar dan menawarkan solusi yang relevan serta aplikatif.
"Inisiatif ini adalah bentuk nyata kolaborasi antara mahasiswa sebagai agen perubahan dan guru sebagai pendidik utama. Kami berharap langkah ini menginspirasi institusi pendidikan lain untuk menciptakan inovasi serupa," ujar salah satu mahasiswa KKM.
Langkah sederhana ini menunjukkan bahwa moderasi beragama dapat diimplementasikan dalam pendidikan untuk membentuk generasi muda yang religius, moderat, dan berwawasan luas. Semoga inovasi seperti ini terus berkembang demi kemajuan pendidikan dan pembentukan karakter bangsa.
Editor: Azman Fawwazi



