HUMAS UIN MALANG, (21/1) – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) sukses menyelenggarakan Lomba GEMANTING (Gerakan Memasak Anti Stunting) di Desa Argosari. Acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat, khususnya ibu-ibu, dalam menyajikan makanan bergizi untuk mencegah stunting pada anak.
Kegiatan ini diikuti oleh ibu rumah tangga dan kader PKK Desa Argosari yang memiliki anak berisiko stunting. Sebelum lomba dimulai, peserta mendapatkan sosialisasi tentang stunting dan pola pengasuhan yang baik dari Ibu Ainindita Aghniacakti, M.Psi, dosen Psikologi UIN Malang. Dalam pemaparannya, beliau menekankan dampak buruk stunting, seperti gangguan tumbuh kembang fisik, penurunan daya konsentrasi, hingga risiko penyakit di masa depan.
"Stunting bukan hanya masalah tinggi badan, tetapi juga berkaitan dengan kualitas hidup dan masa depan anak. Dengan asupan gizi yang seimbang serta pola asuh yang baik, dampak buruk stunting bisa dicegah," ungkap Ibu Ainindita di sela pemaparannya. Selain itu, peserta juga mendapatkan tips praktis, seperti penyusunan menu bergizi dengan bahan lokal yang mudah diakses.
Ketua PKK Desa Argosari menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa KKM UIN Malang atas inisiatif mereka. "Terima kasih kepada teman-teman KKM UIN Malang yang telah menyelenggarakan acara bermanfaat ini. Harapan saya, ibu-ibu dapat mempraktikkan ilmu yang telah diajarkan, seperti memasak makanan bergizi, misalnya rolade bayam dan nasi tim hati ayam," ujar beliau dengan antusias.
Lomba memasak berlangsung meriah. Para peserta menunjukkan kreativitas mereka dalam mengolah bahan makanan bergizi menjadi hidangan menarik dan lezat. Beberapa menu andalan yang disajikan meliputi bubur sum-sum kacang hijau, nasi tim hati ayam, rolade bayam, dan perkedel daun singkong. Sorakan semangat semakin terasa ketika mahasiswa KKM memperkenalkan jargon inspiratif mereka: "GEMANTING 2025 – Memasak Cermat, Gizi Hebat, Anak Sehat." Jargon ini disambut antusias oleh peserta, menciptakan suasana penuh semangat dan kebersamaan.
Pemenang lomba diumumkan di akhir acara, dengan hadiah simbolis diberikan kepada peserta yang berhasil menyajikan menu terbaik. Kepala Desa Argosari turut hadir dan menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa KKM atas kontribusi mereka dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. "Saya berharap kegiatan seperti ini dapat diteruskan untuk menciptakan generasi bebas stunting di Desa Argosari," ujarnya.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, mahasiswa KKM UIN Malang berharap lomba GEMANTING dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan. "Kami ingin masyarakat semakin sadar akan pentingnya gizi seimbang untuk masa depan anak-anak Indonesia," ungkap salah satu mahasiswa KKM.
Lomba GEMANTING tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momen edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Semangat dan antusiasme yang tercipta dalam acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju generasi yang lebih sehat dan bebas stunting.
Editor: Azman Fawwazi



