HUMAS UIN MALANG (31/12) - Desa Tawangsari kembali menjadi sorotan berkat inisiatif penanaman bibit tomat yang digagas sebagai bagian dari program penguatan ketahanan pangan. Dengan benih tomat berkualitas seharga Rp215.000 per bungkus yang berisi 10.000 butir, warga desa kini dapat memulai budidaya secara mandiri.
Dalam kegiatan ini, Mahasiswa Kelompok 173 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang turut serta dalam seluruh proses penanaman. Tahapan penanaman dimulai dengan mencampur tanah, sekam, dan kompos untuk membuat media tanam. Benih ditaburkan secara merata, ditutup tipis dengan media, dan disiram menggunakan air halus untuk menjaga kelembapan. Wadah kemudian ditutup dengan plastik bening berlubang agar tetap lembap dan diletakkan di tempat teduh. Setelah bibit memiliki 4-5 helai daun, tanaman dipindahkan ke polybag atau lahan bedengan untuk proses pertumbuhan lanjutan.
Mahira, salah satu mahasiswa peserta KKM, mengungkapkan antusiasmenya terhadap kegiatan ini. "Melalui kegiatan ini, kami belajar memadukan ilmu teori yang dipelajari di kampus dengan praktik nyata di lapangan. Penanaman bibit tomat ini juga mengajarkan kami pentingnya kerja sama dengan masyarakat dan bagaimana memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal. Kami merasa senang bisa berkontribusi dalam program yang memberikan dampak langsung bagi warga," ujarnya.
Tidak hanya mahasiswa, warga desa juga sangat antusias mengikuti program ini. Bapak Mul, pemilik lahan yang digunakan untuk penanaman, memberikan apresiasi atas kontribusi para mahasiswa. "Saya sangat senang dengan kehadiran mahasiswa KKM di desa kami. Mereka tidak hanya membantu secara fisik dalam proses penanaman, tetapi juga memberikan pengetahuan baru tentang cara bertani yang lebih efektif. Semangat mereka memotivasi kami untuk terus mengembangkan pertanian di desa ini. Terima kasih atas kerja keras dan dedikasi mereka," tuturnya.
Dengan teknik penanaman yang tepat, bibit tomat dapat dipasarkan dalam waktu sekitar dua minggu, memberikan peluang ekonomi baru bagi warga Desa Tawangsari. Selain itu, program ini juga memberikan wawasan kepada masyarakat tentang pentingnya memanfaatkan lahan secara produktif.
Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong pertanian berkelanjutan dan memperkuat kemandirian pangan desa. Desa Tawangsari kini membuktikan bahwa dengan kerja sama dan langkah sederhana, keberlanjutan dapat tercapai, membuka harapan baru untuk masa depan yang lebih cerah.
Reporter: Azman Fawwazi



