HUMAS UIN MALANG, Kamis, (26/12) – Dalam upaya mendukung pelestarian budaya lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Integrasi Abdi Sembalun dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kunjungan inspiratif ke Bale Adat, pusat warisan budaya Desa Sembalun Bumbung. Kunjungan ini tidak hanya memperkenalkan mereka pada keindahan tradisi lokal, tetapi juga memberi kesempatan untuk terlibat langsung dalam pelestarian budaya melalui latihan Tarian Tandang Mendet, sebuah tarian sakral yang penuh filosofi.
Tarian Tandang Mendet merupakan bagian tak terpisahkan dari upacara adat Ngayu-Ngayu, sebuah ritual syukur masyarakat setempat atas berkah alam yang melimpah. Gerakan dalam tarian ini melambangkan harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas. Dipandu oleh kepala adat dan seniman lokal, latihan ini berlangsung di pendopo utama Bale Adat, tempat yang juga menjadi pusat berbagai kegiatan seni dan budaya di desa tersebut.
Selain pendopo, Bale Adat juga terdiri dari rumah-rumah tradisional yang memiliki fungsi khusus, seperti tempat penyimpanan pusaka dan lokasi ibadah kuno. Nilai sakral bangunan ini dijaga ketat, sehingga tidak semua orang, termasuk wisatawan, diizinkan untuk memasukinya. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan nilai sejarah dan keaslian warisan budaya tersebut.
Mahasiswa KKM juga mempelajari nilai sejarah Bale Adat yang pernah menjadi bagian dari perjalanan dakwah Walisongo. Salah satu peninggalan bersejarah yang masih dilestarikan adalah pagar tua yang mengelilingi area tersebut, simbol spiritual dan sejarah yang dihormati masyarakat setempat.
Pada tahun 2017, Desa Sembalun Bumbung diresmikan sebagai Pusat Peradaban Dunia, menunjukkan pentingnya nilai budaya dan sejarah desa ini. Warisan budaya tersebut kini menjadi potensi besar untuk pengembangan pariwisata berbasis budaya dan sejarah, sekaligus meningkatkan literasi sejarah bagi masyarakat dan wisatawan.
“Partisipasi kami dalam latihan Tarian Tandang Mendet adalah bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian tradisi. Kami bangga bisa belajar langsung dari masyarakat lokal dan berharap pengalaman ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk mencintai budaya lokal,” ujar salah satu mahasiswa KKM.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan warisan budaya, sekaligus memperkuat posisi Desa Sembalun Bumbung sebagai destinasi wisata budaya yang tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga memberikan edukasi berharga bagi generasi mendatang.
Kontributor: Dwi Maulida Intahaya
Editor: Azman Fawwazi



