HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Mahasiswa KKM 70 UIN Malang turut melestarikan budaya local di Desa Wonosari, Sejak Desember 2024. Mereka aktif terlibat dalam kegiatan unik yang memadukan pembacaan tahlil dengan arisan. Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.
Kolaborasi positif antara mahasiswa KKM 70 UIN Malang dan warga Desa Wonosari menghidupkan tradisi tahlil rutin yang unik, dimana pembacaan tahlil dikombinasikan dengan arisan. Tradisi tahlil rutin ini, merupakan kegiatan keagamaan yang dijalankan secara bergantian antar RT. Tahlil untuk kaum laki-laki biasanya diadakan pada Kamis malam, sedangkan untuk perempuan pada Jumat siang. Namun, RT 05/RW 14 memiliki jadwal berbeda untuk tahlil perempuan, yaitu pada Kamis siang. Kegiatan ini telah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat setempat.
Hal ini menciptakan sistem gotong royong yang unik dan mempererat rasa kebersamaan. Sebagai contoh, pada Kamis, 26 Desember 2024, tahlil laki-laki diadakan di RT 03/RW 13, dan pada Jumat, 20 Desember 2024, tahlil perempuan juga diadakan di lokasi yang sama. Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 70 yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, mulai aktif dari tanggal 20 dan 26 Desember 2024 dan seterusnya. Kehadiran mereka memberikan warna baru dan semangat dalam kegiatan tersebut. Mereka ikut serta dalam seluruh rangkaian acara, mulai dari pembacaan tahlil, arisan, hingga ramah tamah dan makan bersama. Hal ini menunjukkan komitmen mereka dalam menghormati dan melestarikan tradisi lokal.
Partisipasi mahasiswa KKM ini memperkuat ikatan sosial dan mempererat hubungan antar generasi. Kegiatan tahlil yang dipadukan dengan arisan ini tidak hanya bernilai keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat. Semoga tradisi ini dapat terus lestari dan menjadi contoh bagi desa-desa lain.
Kontributor: KKM 70 UIN Malang
Editor: Fatma Aulia



