HUMAS UIN MALANG (14,1) – SMA Mambaus Sholihin Blitar resmi menerima mahasiswa program asistensi mengajar dari Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Acara seremonial ini berlangsung khidmat di Aula SMA Mambaus Sholihin, menandai dimulainya kolaborasi strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB dengan sambutan dari Sekretaris Yayasan SMA Mambaus Sholihin, Bapak Choirul Anam, S.Pd., yang mewakili Kepala Sekolah. Dalam pidatonya, beliau mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan UIN Malang. "Kami sangat berterima kasih atas inisiatif ini dan berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan dampak positif, baik bagi peserta didik maupun pengembangan sekolah secara keseluruhan," ungkapnya penuh optimisme.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh dosen pembimbing lapangan, Ibu Faridatun Nikmah, M.Pd., yang menegaskan tujuan utama program ini sebagai wadah pengabdian mahasiswa. "Mahasiswa kami telah dipersiapkan secara matang untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah. Harapan kami, mereka mampu berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Mambaus Sholihin," tuturnya.
Acara turut dihadiri oleh para guru pamong mata pelajaran yang akan menjadi mentor bagi mahasiswa selama masa tugas. Kehadiran para guru ini menciptakan suasana akrab dan kolaboratif. Para mahasiswa diperkenalkan kepada guru pamong masing-masing sebagai langkah awal adaptasi di lingkungan sekolah.
Program asistensi mengajar ini mencakup berbagai mata pelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, hingga program pengembangan sekolah. Mahasiswa diharapkan mampu membawa inovasi dalam metode pembelajaran sekaligus memperkaya pengalaman belajar siswa. "Program ini tidak hanya memberi pengalaman kepada mahasiswa, tetapi juga membuka peluang bagi sekolah kami untuk menyerap ide-ide baru yang segar," ujar salah satu guru pamong dengan antusias.
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu guru SMA Mambaus Sholihin. Suasana hangat dan semangat terpancar, menandai awal kolaborasi yang penuh harapan.
Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan dalam mencetak generasi muda yang unggul. "Kami optimis program ini akan menjadi pijakan awal yang kokoh dalam membangun pendidikan berkualitas. Semoga menjadi inspirasi bagi kolaborasi serupa di masa mendatang," pungkas salah satu guru pamong.
Dengan semangat yang tinggi, program asistensi mengajar ini diyakini akan menjadi jembatan untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik sekaligus mempererat hubungan antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah menengah.
Kontributor: Tahajudi Akma
Editor: Azman Fawwazi



