HUMAS UIN MALANG - Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Integrasi dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (FKIK UIN Malang) berkontribusi signifikan dalam pengelolaan kesehatan calon jamaah haji (CJH) di Puskesmas Bumiaji dan Puskesmas Sisir, Kota Batu, Senin (13/1/2025) lalu.
Mereka menerapkan pendekatan intervensi kesehatan berupa kontrol rutin kondisi klinis. Upaya ini bertujuan untuk memastikan calon jamaah haji siap secara fisik dan mental sebelum keberangkatan, selama berada di Tanah Suci, dan saat kembali ke tanah air.
Kegiatan ini didukung oleh Dinas Kesehatan, Kementerian Agama Kota Batu, dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Dalam program ini, mahasiswa melakukan edukasi kesehatan, intervensi olahraga, pendampingan diet, serta pengecekan kesehatan secara rutin untuk memastikan kondisi calon jamaah haji tetap optimal.
Program KKM telah dimulai sejak akhir Desember hingga Januari 2025, salah satu programnya berupa monitoring kesehatan rutin dengan memanfaatkan media berupa “kartu seminggu terpantau”, yang ditujukan bagi calon jamaah haji yang bertempat di desa Bulukerto dan Giripurno kecamatan Bumiaji Kota Batu. Program ini telah berhasil terlaksana sampai Minggu, 12 Januari 2025 dan akan dilanjutkan sampai akhir masa KKM.
Selain itu, program pemantauan kesehatan calon jamaah haji (CJH) di Puskesmas Sisir dan Puskesmas Bumiaji melibatkan pemberian buku edukasi yang berfungsi sebagai panduan praktis dalam konsumsi makanan, obat, dan pola aktivitas. CJH juga diminta untuk mencatat aktivitas sehari-hari, makanan, dan obat yang mereka konsumsi sebagai bagian dari pemantauan kesehatan yang ketat. Program ini berfokus pada penyakit yang umum terjadi pada CJH, seperti hipertensi, dislipidemia, dan diabetes melitus.
Program pemantauan kesehatan CJH juga mencakup pemberian minuman sehat, salah satunya "Jus Mentimun Sehat," yang diberikan pada setiap pertemuan untuk membantu menurunkan tekanan darah. Selain itu, program pemantauan terhadap makanan yang dikonsumsi oleh CJH, evaluasi pemeriksaan, penyuluhan dan komunikasi informasi serta edukasi (KIE) dapat dilakukan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan CJH dalam mempersiapkan kesehatan mereka. Program ini disambut hangat oleh CJH, sehingga pelaksanaannya berjalan dengan baik.
Dengan sambutan hangat oleh CJH dan sambutan positif oleh pihak-pihak terkait, program ini dapat dijadikan sebagai langkah awal dalam penurunan risiko penyakit pada CJH dan mencapai kondisi istita’ah calon jamaah haji, tentunya dengan didukung oleh program lain yang dilaksana baik berupa pendampingan aktivitas fisik, diet atau pun edukasi kesehatan oleh mahasiswa. Sehingga harapannya program ini dapat berlanjut dan menjadi upaya untuk menurunkan angka kesakitan dan angka kematian jamaah haji Indonesia.
Kontributor : Panitia KKM FKIK UIN Malang
Editor: Sulthan Fathani Elsyam



