HUMAS UIN MALANG - Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan momen berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang didapat ketika perkuliahan. Salah satu pengalaman menarik yang didapatkan mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang selama KKM, yaitu saat mengajar rutin di beberapa Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) di desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung, Malang, sejak Senin (6/1/2025) lalu hingga akhir Januari mendatang.
TPQ tersebut di antaranya, TPQ Sunan Kalijogo, TPQ Al Falah, dan TPQ Sunan Giri. Dari sana, mereka tidak hanya memberikan manfaat berupa pengajaran bagi anak-anak, tetapi juga menjalin silaturahmi dengan masyarakat sekitar, apalagi saat bertemu guru maupun para orang tua dari anak-anak TPQ.
Bekerja sama dengan guru TPQ, mahasiswa meracik metode-metode yang menarik bagi anak-anak dan sesuai dengan kemampuan mereka. Misalnya, membaca Al-Qur'an dari tingkatan awal hingga melancarkan saja dengan membantu anak-anak untuk mengenal huruf hijaiyah, hukum-hukum tajwid, makhorijul huruf, hingga cara membaca Al-Qur'an dengan benar dan menyelaraskan nada baca.
Selain itu, mahasiswa juga mengajarkan metode menghafal Al-Qur'an dengan membimbing anak-anak untuk menghafal surat-surat pendek serta doa-doa harian. Tak hanya itu, mereka juga menjelaskan tentang akidah dan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari dan diimbangi dengan tata cara ibadah, seperti sholat, puasa, dan ibadah lainnya.
Salah satu guru TPQ, Muhammad Mujiono mengatakan, anak-anak sangat antusias mengikuti pembelajaran dari mahasiswa, walaupun terkadang mereka harus belajar di tengah cuaca yang panas.
Adinda Zahra, salah seorang peserta KKM, menjelaskan rutinitas mengajar di tiga TPQ sekitar. "Kegiatan mengajar di TPQ ini kami lakukan secara rutin, setiap hari selama periode KKM. Kami menyesuaikan jadwal mengajar dengan jadwal kegiatan TPQ yang sudah ada. Ada beberapa TPQ di desa Ngadirejo seperti TPQ Sunan Kalijogo Al Falah dan TPQ Sunan Giri," jelasnya kepada Sahabat Kampus.
Terlebih ia menambahkan, "kami mengajar di semua TPQ tersebut dengan bergantian dengan kelompok lain yang sudah direncanakan (gilirannya, red)," imbuhnya.
Menurutnya, kegiatan mengajar TPQ ini sangat penting karena dalam program ini, secara tidak langsung dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan agama anak-anak. Selain itu, bisa membentuk karakter anak lewat nilai-nilai kebaikan, seperti disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama.
Ditanya soal motivasi pengamalan ilmunya, Adinda mengingat sebuah maqolah Al-Ilmu bilaa Amalin Kassyajari bila Tsamarin. Artinya, jika ilmu tidak diamalkan, maka diibaratkan seperti pohon yang tak berbuah.
Ia juga nenambahkan kesan yang dirasakan selama pengabdian berlangsung. "Pengalaman mengajar TPQ selama KKM merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Selain memberikan manfaat bagi anak-anak, dapat mengamalkan ilmu, dengan kegiatan ini juga membantu kami untuk lebih memahami kehidupan masyarakat desa," ujar mahasiswi angkatan 2022 itu.
Para mahasiswa kompak berharap, dengan hadirnya mereka, diharapkan anak-anak bisa lebih memahami ajaran Islam dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi ilmu yang bermanfaat serta menjadi bekal bagi mereka di masa depan. (ad/sf)
Kontributor: Abu Wildan Mustafa
Editor: Sulthan Fathani Elsyam



