HUMAS UIN MALANG - (13/12), mahasiswa KKM Mandiri Integrasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan seminar bertajuk “Edukasi Literasi Finansial dan Investasi” di Kantor Desa Sembalun Bumbung. Acara ini digelar bekerja sama dengan Mirae Asset dan bertujuan untuk mengukur serta meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait literasi finansial dan investasi. Melalui metode pre-test dan post-test menggunakan skala Likert, masyarakat Desa Sembalun Bumbung diberikan edukasi mengenai berbagai aspek keuangan.
Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari berbagai usia dan latar belakang pekerjaan, termasuk ibu rumah tangga, mahasiswa, petani, guru honorer, dan wiraswasta. Hasil pre-test menunjukkan tingkat pemahaman yang bervariasi pada berbagai aspek keuangan, seperti pengelolaan anggaran, kebiasaan menabung, dan pemahaman risiko investasi. Salah satu tantangan utama yang diidentifikasi adalah kurangnya kemampuan masyarakat dalam menghitung bunga dan biaya administrasi, yang memiliki rata-rata hanya 2,78. Namun, antusiasme masyarakat untuk belajar sangat tinggi, dengan nilai rata-rata 4,33 pada indikator “Keinginan untuk Belajar Lebih Banyak.”
Setelah pre-test, Rizal Agung Wicaksono, S.E., sebagai narasumber dari Mirae Asset, menyampaikan materi mengenai literasi finansial, termasuk pengelolaan keuangan pribadi dan pengenalan investasi di pasar modal. Meskipun masyarakat menghadapi tantangan dalam penggunaan teknologi keuangan, mereka menunjukkan ketertarikan besar terhadap materi yang disampaikan. Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab semakin memperkaya wawasan peserta.
Setelah pemaparan materi, panitia mengadakan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman peserta. Hasilnya menunjukkan perkembangan positif di berbagai indikator. Masyarakat menjadi lebih percaya diri dalam mengelola anggaran (rata-rata 3,93) dan menabung secara rutin (rata-rata 4,29). Pemahaman risiko investasi juga meningkat menjadi rata-rata 3,86, sementara akses terhadap layanan perbankan dan pengelolaan utang menunjukkan perbaikan yang signifikan. Meski demikian, pemahaman tentang bunga dan biaya administrasi masih memerlukan edukasi lebih lanjut.
Indikator "Pentingnya Pelatihan Keuangan" mencatat rata-rata tinggi sebesar 4,00, menandakan kesadaran masyarakat akan perlunya pelatihan berkelanjutan. Seminar ini memberikan dampak positif terhadap sikap dan perilaku keuangan masyarakat, meskipun beberapa area masih membutuhkan perhatian lebih.
Acara ini ditutup dengan foto bersama antara panitia dan peserta seminar. Dengan tingginya minat dan semangat belajar masyarakat, diharapkan program serupa dapat terus diadakan untuk memperkuat literasi finansial warga Desa Sembalun Bumbung dan mendorong kesejahteraan mereka melalui pengelolaan keuangan yang bijak.
Editor: Azman Fawwazi



