HUMAS UIN MALANG – Suasana penuh semangat dan antusiasme menyelimuti Gedung Student Center lantai 2 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Rabu, 19 Februari 2025. Ratusan mahasiswa berkumpul untuk menyaksikan Debat Dialogis PEMILWA 2025 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) UIN Malang. Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 14.30 WIB ini menjadi ajang bagi para calon pemimpin mahasiswa untuk memaparkan gagasan serta menjawab berbagai pertanyaan kritis.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua KPU Universitas, Beryl, yang menekankan pentingnya partisipasi mahasiswa dalam mensukseskan PEMILWA. “PEMILWA adalah gerbang untuk menentukan pemimpin mahasiswa UIN Malang yang akan menjadi representasi kita semua. Dengan sistem *one man one vote* yang telah diterapkan, diharapkan tingkat partisipasi mahasiswa meningkat signifikan,” ujarnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Tim Kemahasiswaan, Bapak Romi Faslah. Beliau menekankan pentingnya menjaga netralitas penyelenggara serta menciptakan suasana pemilu yang kondusif dan menyenangkan. “Kompetisi harus sehat dan edukatif. Jangan sampai PEMILWA justru menjadi ajang permusuhan. Yang menang harus merangkul semua elemen mahasiswa, sedangkan yang kalah harus berjiwa besar menerima hasil,” tegasnya sebelum secara resmi membuka debat dengan mengucapkan basmalah.
Debat sesi pertama menampilkan adu gagasan antara pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Malang. Pasangan nomor urut 01, Muamar dan Rizki, terlebih dahulu menyampaikan visi dan misi mereka, disusul oleh pasangan nomor urut 02, Rowi dan Naila. Panelis dalam sesi ini adalah Ketua Senat UIN Malang, Bapak Muhtadi Ridwan, serta Ketua Tim Kemahasiswaan, Bapak Romi Faslah. Mereka melontarkan berbagai pertanyaan berbobot terkait kebijakan kampus dan program kerja yang diusung para kandidat.
Sesi tanya jawab dari peserta semakin memanaskan debat. Mahasiswa aktif memberikan pertanyaan kritis yang menguji kesiapan para calon dalam menghadapi berbagai isu kampus. Debat ditutup dengan kata pamungkas dari masing-masing pasangan calon, diikuti dengan sesi foto bersama yang melibatkan Ketua Senat, kedua pasangan calon, Ketua Tim Kemahasiswaan, serta KPU Universitas.
Debat sesi kedua menghadirkan calon anggota Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Malang 2025. Sebanyak tujuh calon hadir untuk menyampaikan visi dan misi mereka, sementara satu calon berhalangan karena sedang menunaikan ibadah umroh. Para calon diuji dengan pertanyaan dari panelis dan peserta debat, yang semakin memperjelas kualitas serta komitmen mereka dalam mengemban amanah mahasiswa.
Dengan terselenggaranya debat dialogis ini, diharapkan mahasiswa UIN Malang semakin antusias untuk berpartisipasi dalam PEMILWA 2025. Ajang ini bukan sekadar kontestasi politik kampus, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran demokrasi bagi seluruh mahasiswa. Kini, keputusan ada di tangan mereka: memilih pemimpin yang mampu membawa perubahan nyata bagi kampus tercinta.



