HUMAS UIN MALANG, (24/1) – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 158 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menutup masa pengabdian mereka dengan penuh khidmat melalui acara Khataman Quran dan Perpisahan di TPQ Al-Islahy, Desa Argosari, Kecamatan Jabung. Acara ini menjadi momen emosional yang menandai berakhirnya satu bulan kebersamaan mereka dalam mendampingi para santri kecil dalam belajar Al-Quran.
Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari salah satu ustadzah TPQ yang mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan program pembelajaran selama sebulan terakhir. Suasana semakin syahdu saat Juz 30 dilantunkan bersama oleh anggota KKM 158 dan para santri. Lantunan ayat suci yang menggema di ruangan menciptakan atmosfer yang begitu religius dan penuh kekhusyukan.
Tak hanya itu, momen perpisahan menjadi bagian yang paling mengharukan. Salah satu perwakilan KKM 158 menyampaikan pesan penuh haru, mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan mengajar di TPQ Al-Islahy. "Anak-anak di sini luar biasa, penuh semangat belajar. Semoga ilmu yang kami bagikan menjadi berkah bagi mereka," ucapnya dengan suara bergetar.
Ucapan apresiasi pun datang dari pemilik TPQ, Ustadz Bambang Pitono, yang menyampaikan rasa terima kasihnya atas dedikasi para mahasiswa KKM. "Kehadiran kalian memberi warna baru bagi anak-anak kami. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi kalian dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir," ujar beliau penuh harapan.
Sebagai simbol kebersamaan, acara ditutup dengan potong tumpeng, di mana potongan pertama diberikan kepada perwakilan KKM sebagai ungkapan terima kasih dari TPQ Al-Islahy. Suasana haru bercampur bahagia terlihat saat sesi foto bersama dilakukan—menjadi kenangan manis sebelum para mahasiswa meninggalkan tempat yang telah menjadi bagian dari perjalanan mereka.
Bagi KKM 158, pengabdian ini bukan hanya sekadar program, melainkan juga pengalaman yang membentuk jiwa sosial dan kepedulian mereka. Sementara bagi santri TPQ Al-Islahy, satu bulan bersama para mahasiswa menjadi kesempatan berharga untuk memperdalam ilmu agama dan menumbuhkan semangat belajar.
Dengan berakhirnya program ini, KKM 158 meninggalkan jejak yang tak hanya tertulis dalam cerita, tetapi juga dalam hati setiap anak yang mereka bimbing. Semangat berbagi dan menginspirasi akan terus menyala, menjadi bekal bagi generasi penerus yang ingin mengabdi kepada masyarakat.
Editor: Azman Fawwazi



