KKM Mandiri UIN Malang Soroti Pendidikan dan Dampak Pernikahan Dini Lewat Sosialisasi Stunting dan Parenting di SMAN 1 Narmada
Abadi Wijaya Minggu, 2 Februari 2025 . in Berita . 230 views
8823_kkm.jpg

HUMAS UIN MALANG - Tim KKM Mandiri Integrasi UIN Malang sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dengan tema "Pendidikan Optimal, Masa Depan Aman: Cegah Pernikahan Anak, Kekerasan Seksual, dan Stunting", di SMAN 1 Narmada, Lombok Barat, Minggu (11/1/2025).

Acara yang menghadirkan narasumber Andre Safutra, S.H., seorang praktisi hukum yang aktif dalam advokasi perlindungan anak, dipandu Ariq Najmi Rihandy sebagai moderator saat itu.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, terutama di kalangan pelajar, mengenai pentingnya pendidikan sebagai langkah preventif terhadap permasalahan sosial seperti pernikahan anak, kekerasan seksual, serta dampaknya terhadap parenting dan kesehatan anak. Peserta yang hadir adalah siswa-siswi SMAN 1 Narmada.

Dalam paparannya, Andre Safutra, S.H. menegaskan, "Pendidikan adalah alat yang paling efektif untuk melindungi anak-anak dari berbagai bentuk eksploitasi, termasuk kekerasan seksual dan pernikahan anak. Anak-anak yang mendapatkan pendidikan yang optimal cenderung memiliki peluang yang lebih besar untuk meraih masa depan yang cerah," Paparnya.

8825_kkm.jpg

Ia juga menjelaskan dampak negatif pernikahan anak, "Anak-anak yang menikah di usia dini rentan menghadapi putus sekolah, masalah kesehatan reproduksi, bahkan kekerasan dalam rumah tangga. Tidak hanya itu, pernikahan dini juga berisiko tinggi menyebabkan stunting pada anak karena kurangnya kesiapan fisik dan mental orang tua dalam memberikan asupan gizi dan pola asuh yang baik," Jelasnya.

Andre Safutra juga membahas berbagai bentuk kekerasan seksual menurut UU TPKS dan UU Perlindungan Anak, seperti pelecehan seksual nonfisik, pelecehan seksual fisik, pemaksaan kontrasepsi, perbuatan cabul, perbudakan seksual, dan lainnya.

Pada sesi tanya jawab, para siswa sangat antusias menanyakan langkah-langkah yang bisa mereka lakukan untuk melindungi diri dari kekerasan seksual dan mencegah pernikahan dini.

8824_kkm.jpg

Menanggapi hal ini, Andre menyampaikan, "Penting bagi kalian untuk berani mengungkapkan perasaan jika merasa tidak nyaman atau terancam, baik kepada guru, orang tua, maupun pihak yang berwenang. Selain itu, jangan pernah ragu untuk menolak atau melaporkan hal-hal yang mencurigakan," Responnya.

Ketua KKM Mandiri Integrasi UIN Malang, Muhammad Nur, menambahkan, "Sebagai mahasiswa, kami merasa memiliki tanggung jawab sosial untuk mengedukasi generasi muda tentang pentingnya pendidikan sebagai benteng utama dalam mencegah pernikahan anak dan kekerasan seksual. Kami juga ingin menyoroti bahwa pernikahan dini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga berkontribusi pada permasalahan sosial yang lebih luas, seperti stunting dan kurangnya pola asuh yang optimal," Imbuhnya.

Di penghujung acara, moderator mengajak peserta untuk mengimplementasikan pengetahuan yang telah didapatkan. "Ilmu yang kita peroleh hari ini akan sangat bermanfaat jika kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita jadikan diri kita generasi yang selalu sadar akan pentingnya pendidikan serta penjagaan terhadap diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita," Katanya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa SMAN 1 Narmada dapat memiliki kesadaran yang lebih tinggi mengenai pentingnya pendidikan dan mampu melindungi diri dari ancaman pernikahan dini, kekerasan seksual, serta memahami dampaknya terhadap parenting dan kesehatan anak. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kontribusi positif mahasiswa dalam memberikan dampak kepada masyarakat.(en/sf)

Kontributor: Erma Nur Fatimah

Editor: Sulthan Fathani Elsyam

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up