HUMAS UIN MALANG – Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengawali persiapan perkuliahan semester genap tahun 2025 dengan agenda pengarahan akademik untuk dosen yang dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag. Acara yang berlangsung di lobi Fakultas Humaniora ini menjadi momen refleksi bagi seluruh dosen dalam meningkatkan layanan pendidikan yang diadakan pada 13 Februari 2025.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Humaniora, Dr. H. Faisol, M.Ag menekankan pentingnya evaluasi akademik berbasis masukan mahasiswa. "Kami selalu membuka ruang diskusi dengan mahasiswa untuk mendengar aspirasi mereka. Ini menjadi bahan evaluasi bagi dosen agar proses pembelajaran semakin optimal," ujarnya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa perubahan jam kuliah dan kedisiplinan dalam mengajar masih menjadi tantangan utama.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Umi Sumbulah mengingatkan bahwa dalam menjalankan tugas akademik, diperlukan keseimbangan agar tidak terjebak dalam ekstremitas kebijakan. "Pelayanan yang kita berikan harus standar, tidak terlalu ekstrem ke kanan atau kiri. Kita harus bisa memberikan yang terbaik bagi mahasiswa sebagai stakeholder utama kampus," pesannya.
Selain itu, Prof. Umi juga menyampaikan arahan dari Menteri Agama RI terkait kebijakan efisiensi nasional yang berimbas pada seluruh satuan kerja di bawah Kementerian Agama. "Tentunya ini berdampak pada seluruh PTKIN, termasuk UIN Malang. Namun, ini adalah bagian dari upaya pemerintah dalam efisiensi, dan kita harus mendukungnya," ungkapnya.
Meskipun menghadapi tantangan anggaran, Prof. Umi menegaskan bahwa roadmap UIN Maliki Malang menuju kampus unggul dan bereputasi internasional tetap berjalan. "Alhamdulillah, UIN Malang telah masuk dalam pemeringkatan Asia, berada di posisi 191. Ini bukti bahwa kita tetap berkomitmen untuk terus maju," tuturnya dengan optimisme.
Oleh karena itu, beliau menyampaikan rasa terima kasihnya atas semua prestasi yang telah diraih Fakuktas Humaniora yang juga turut membantu mendongkrak reputasi kampus ini di kancah internasional, melalui kegiatan internasionalnya mulai dari kegiatan I-Yes, I Can dan kegiatan seminar internasional lainnya.
Beliau juga menyampaikan bahwa sebentar lagi akreditasi untuk prodi keagamaan akan dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Keagamaan (LAMGAMA)
"Progress studi perlu dilaporkan bagi dosen yang tugas belajar dan ijin belajar sebagai kewajiban menjadi dosen." Imbuh Prof Umi.
Pertemuan ini menjadi ajang refleksi bagi seluruh dosen dan akademisi Fakultas Humaniora agar terus meningkatkan kualitas pengajaran serta pelayanan akademik. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan
kampus dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan.



