HUMAS UIN MALANG- Negeri Jiran. Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Internasional UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan tazkirah selama 30 menit menjelang berbuka puasa. Kegiatan ini berlangsung di Mushola/Surau Ma’had Tahfiz As-Saidiyyah (MTAS) dengan diikuti oleh 83 santri dan santriwati yang dengan penuh antusias menyimak materi yang disampaikan.
Mengusung tema “Jihad Melawan Hawa Nafsu di Bulan Ramadhan”, tazkirah ini menjadi bagian dari rangkaian program Ihya’ Ramadhan di MTAS. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan dan memperkuat spiritualitas para santri, sehingga mereka dapat lebih maksimal dalam menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesadaran dan penghayatan. Dalam penyampaian materi, pemateri menekankan bahwa jihad melawan hawa nafsu merupakan bagian dari jihad terbesar yang harus dihadapi oleh setiap Muslim. Hal ini mencakup pengendalian diri dari berbagai godaan duniawi, seperti menahan amarah, menghindari perkataan sia-sia, serta menjaga kesucian hati dan pikiran agar tetap istiqamah dalam kebaikan.
Dalam tazkirahnya, Muhammad Syahri, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menegaskan bahwa pengendalian diri dari amarah, kesombongan, serta berbagai godaan duniawi merupakan bagian dari jihad akbar, sebagaimana banyak disebutkan dalam ajaran Islam. Jihad ini bukan sekadar perlawanan dalam bentuk peperangan fisik, tetapi lebih kepada perjuangan spiritual yang berlangsung sepanjang hayat.
Manusia secara fitrah memiliki hawa nafsu yang cenderung mengarah kepada hal-hal duniawi, seperti dorongan untuk marah, rasa sombong, atau kecenderungan terhadap kemaksiatan yang dapat menjauhkan seseorang dari ketaatan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, menahan diri dari segala bentuk keburukan merupakan langkah utama dalam menjaga kemurnian ibadah, khususnya di bulan suci Ramadhan, di mana setiap Muslim dilatih untuk lebih sabar, menahan diri, serta meningkatkan kualitas spiritualnya. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjaga puasanya dari hal-hal yang membatalkan secara fisik, tetapi juga dari perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah di sisi Allah.
Lebih lanjut, jihad melawan hawa nafsu menjadi kunci utama dalam mencapai kesempurnaan ibadah serta memperoleh keberkahan di bulan suci Ramadhan. Perjuangan ini membutuhkan kesabaran, kesungguhan, serta keikhlasan, karena hawa nafsu adalah musuh yang selalu mengintai dan berusaha menyesatkan manusia.Rasulullah SAW telah bersabda:
وَالْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي طَاعَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Artinya : “ Seorang mujahid adalah orang yang memerangi hawa nafsunya dalam taat kepada Allah Azza wa Jalla ” (HR. Ahmad bin Hanbal)
Hadis ini menegaskan bahwa jihad terbesar adalah perjuangan melawan diri sendiri dalam ketaatan kepada Allah SWT. Seorang Muslim yang mampu menundukkan hawa nafsunya akan lebih mudah meraih ketakwaan dan mendapatkan derajat yang tinggi di sisi-Nya. Oleh karena itu, momentum Ramadhan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebagai ajang latihan spiritual, agar setelah bulan ini berlalu, kita tetap mampu menjaga kesucian jiwa dan terus meningkatkan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat Ramadhan semakin hidup di tengah-tengah warga MTAS, menjadi sarana muhasabah diri, serta momentum untuk memperkuat iman dan takwa kepada Allah SWT. Takzirah yang disampaikan tidak hanya memberikan wawasan keagamaan, tetapi juga mengajak setiap individu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah melalui amal saleh, pengendalian hawa nafsu, serta peningkatan kualitas ibadah.
Editor: Syahri
Kontributor: Fitri



