HUMAS UIN MALANG (4/3) – Dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan universitas, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si, menegaskan pentingnya tata kelola yang lebih baik serta komitmen untuk terus melakukan perbaikan. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Exit Meeting Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang rutin dilakukan setiap tahunnya. Kegiatan penting ini turut dihadiri para dekan fakuktas, direktur Pascasarjana, Kepala Biro AUPK, Kepala SPI, Kepala LPM, Ketua P2B, dan juga koordinator keuangan pusat, Ketua BLU serta para pemangku kepentingan lainnya.
“Kita harus terus berbenah. Tidak boleh ada pekerjaan yang tertunda, semua harus segera diselesaikan dengan baik dan bertanggung jawab,” tegas Prof. Ilfi. Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah pengendalian barang persediaan. Beliau menekankan bahwa setiap permintaan harus berasal dari pihak yang memiliki wewenang agar pengelolaan aset lebih transparan dan efisien.
Selain itu, beliau juga menyoroti beberapa temuan yang perlu segera ditindaklanjuti. “Temuan yang ada harus diselesaikan dengan baik dan menjadi pembelajaran untuk tahun-tahun berikutnya. Kami berharap hal-hal baik yang sudah kita bangun saat ini dapat menjadi warisan bagi kepemimpinan selanjutnya,” ujarnya. Prof. Ilfi menambahkan bahwa timnya hanya dapat mengawal proses ini hingga Juli tahun ini, sehingga sangat penting bagi semua pihak untuk menjaga kesinambungan tata kelola yang baik.
Untuk memastikan penyelesaian berbagai permasalahan, tim SPI diminta untuk turut mengawal proses yang masih berjalan. Prof. Ilfi juga mengapresiasi kerja keras tim SPI, tim keuangan, para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta seluruh tim yang telah mendedikasikan waktunya. “Terima kasih atas kerja kerasnya. Semoga semua usaha yang telah dilakukan bernilai pahala di sisi Allah SWT,” katanya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang telah memberikan masukan serta pendampingan selama seminggu terakhir. Dengan bimbingan tersebut, diharapkan UIN Malang semakin maju dan mampu memperbaiki sistem tata kelola yang ada.
“Meskipun setiap tahun ada catatan dalam evaluasi, itu adalah bagian dari proses pembelajaran. Yang terpenting adalah komitmen kita untuk terus memperbaiki diri setiap hari,” pungkasnya.
Dengan semangat perbaikan yang berkelanjutan, diharapkan UIN Malang dapat semakin profesional dan akuntabel dalam tata kelolanya, membawa dampak positif bagi seluruh civitas akademika.
Reporter: Azman Fawwazi



