HUMAS UIN MALANG— Proses pemilihan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2025–2029 kini memasuki babak baru. Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor (Panjar) secara resmi telah menetapkan 12 nama calon yang lolos verifikasi administratif setelah melewati tahapan seleksi ketat sejak 21 hingga 28 April 2025. Selasa, 29 April 2025.
Dua belas figur terbaik yang dinyatakan memenuhi syarat administratif tersebut adalah:
- Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.PdI
- Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag
- Prof. Dr. H. Saifullah, S.H., M.Hum
- Prof. Dr. H. Ahmad Barizi, M.A
- Prof. Dr. Hj. Sri Harini, M.Si
- Prof. Dr. H. Uril Baharuddin, M.A
- Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag
- Prof. Dr. H. Suhartono, S.Si., M.Kom
- Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd
- Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, S.Ag., M.Si
- Prof. Dr. H. Mohammad Samsul Ulum, M.A
- Prof. Dr. H. M. Fauzan Zenrif, M.Ag
Proses verifikasi ini dipimpin langsung oleh Tim Panjar yang terdiri dari tujuh akademisi berpengalaman, yaitu Dr. H. Muhammad In’am Esha, M.Ag, Dr. H. Sutaman, M.A., Dr. Muh. Yunus, M.Si, Dr. Maretha Ika Prajawati, M.M, Dr. Hairur Rahman, M.Si, Imam Bani Mustolik, M.Pd, dan Dr. Achmad Diny Hidayatullah, M.Pd.
Ketua Panitia Penjaringan, Dr. Muhammad In’am Esha, M.Ag., menyampaikan apresiasinya kepada para calon. “Selamat kepada seluruh Calon Rektor. Semoga senantiasa diberikan sukses, gembira, dan berkah,” ujarnya.
Tahapan berikutnya, Senat Universitas akan memberikan Pertimbangan Kualitatif terhadap 12 calon tersebut. Hasilnya akan diserahkan kepada Rektor untuk kemudian dilaporkan ke Menteri Agama Republik Indonesia. Setelah itu, Komisi Seleksi (Komsel) akan menyeleksi tiga nama terbaik untuk diajukan kepada Menteri Agama, yang nantinya akan memilih dan menetapkan satu nama sebagai Rektor Terpilih UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk periode 2025–2029.
Seluruh informasi resmi dan perkembangan lebih lanjut terkait proses penjaringan ini dapat diakses melalui laman panitia di https://panjar.uin-malang.ac.id
Pemilihan Rektor ini menjadi momen penting bagi UIN Malang dalam menentukan arah baru perjalanan akademiknya di masa depan.



