Briket dari Bonggol Jagung, Inisiatif Hijau Mahasiswa KKM UIN Malang di Tengah Masyarakat
Abadi Wijaya Selasa, 22 April 2025 . in Berita . 359 views

 

9202_kkm.jpeg

HUMAS UIN MALANG – (22/4) Limbah pertanian seperti batang jagung kerap dipandang sebelah mata dan berakhir dibakar begitu saja. Namun, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hadir membawa perubahan melalui kegiatan bertajuk “Pelatihan Pengolahan Limbah Jagung sebagai Briket” di Kelurahan Jrebeng Kidul, Kota Probolinggo.

Pelatihan ini menarik antusiasme warga setempat yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Fokus kegiatan adalah mengolah limbah jagung menjadi briket ramah lingkungan—solusi alternatif energi sekaligus peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Ketua Kelompok KKM UIN Malang, Mohamad Azmi Mubarok, dalam sambutannya menegaskan pentingnya mengubah pola pikir masyarakat terhadap limbah pertanian.

“Kami ingin masyarakat tidak lagi melihat limbah sebagai sampah, tapi sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan. Melalui pelatihan ini, semoga muncul kesadaran bahwa limbah bisa jadi berkah,” ujarnya penuh semangat.

9203_kkm.jpeg

Sambutan secara virtual juga disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yang menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menciptakan inovasi yang berdampak langsung.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Apresiasi turut disampaikan oleh Sekretaris Camat Jrebeng Kidul yang hadir mewakili pemerintah kecamatan. Ia menilai kegiatan ini mampu membuka wawasan baru tentang pengelolaan limbah yang sebelumnya hanya dibakar.

“Daerah selatan Kota Probolinggo menghasilkan banyak limbah pertanian seperti jerami dan batang jagung. Inisiatif mahasiswa ini membuka pandangan baru bahwa limbah bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai,” tuturnya.

9204_kkm.jpeg

Pelatihan menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian Kota Probolinggo, Ali Mughayat Syah, A.Md. Dalam materinya, ia menjelaskan bahwa pengelolaan limbah pertanian yang tepat dapat menghasilkan produk seperti kompos, pakan ternak, hingga briket energi.

“Dengan pengolahan yang benar, limbah pertanian bisa menopang pertanian berkelanjutan dan menjadi peluang usaha baru,” jelasnya.

Sesi selanjutnya diisi dengan demonstrasi langsung pembuatan briket dari bonggol jagung, dipandu oleh Azmi dan Fiqi Wildan selaku perwakilan mahasiswa. Peserta diajak memahami proses lengkap mulai dari pengeringan bahan, penggilingan, pencampuran perekat, hingga pencetakan briket. Untuk memperjelas, mahasiswa juga memutar video dokumentasi pembuatan briket yang telah mereka lakukan sebelumnya.

9205_kkm.jpeg

Respons warga sangat positif. Banyak peserta menyatakan minat untuk mencoba membuat briket secara mandiri di rumah.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKM UIN Malang membuktikan bahwa inovasi dapat tumbuh dari desa. Limbah yang selama ini terabaikan justru menjadi solusi ramah lingkungan yang mendukung kemandirian energi dan ekonomi masyarakat.

“Jika limbah dikelola dengan baik, kita tidak hanya menjaga lingkungan, tapi juga membuka peluang usaha kecil yang menjanjikan,” ungkap Fiqi saat sesi refleksi.

Dengan semangat kolaboratif dan kepedulian terhadap lingkungan, mahasiswa dan masyarakat bersatu mewujudkan perubahan dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar.

Kontributor: Zaidatur Rizqiyah
Editor: Azman Fawwazi

 

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up