HUMAS UIN MALANG — Suasana di lantai 5 Gedung Rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendadak memanas, Rabu, 23 April 2025, menjelang detik-detik terakhir penutupan pendaftaran calon rektor periode 2025–2029. Tepat pukul 15.00 WIB, ruang sidang senat dipenuhi oleh para profesor yang secara bergantian menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia penjaringan. Momen ini menjadi penanda semangat para akademisi untuk turut membangun masa depan kampus hijau ini.
Hingga batas akhir, total sebanyak 12 profesor resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor. Gelombang pendaftaran dimulai sejak pukul 13.00 WIB, diawali oleh Prof. Abdul Malik Karim Amrullah, disusul oleh Prof. Umi Sumbulah, M.Ag, dan Prof. Dr. Saifullah, M. Hum.
Tak lama kemudian, sejumlah nama besar lainnya menyusul seperti Prof. Ahmad Barizi, Prof. Sri Harini, Prof. Uril Bahruddin, Prof. Triyo Supriyatno, Prof. Suhartono, Prof. Agus Maimun, Prof. Ilfi Nur Diana, M.Si, dan Prof. Mohammad Samsul Ulum. Pendaftar terakhir yang menutup rangkaian ini adalah Prof. M. Fauzan Zenrif, M.Ag, tepat beberapa menit sebelum batas waktu berakhir.
Ketua panitia penjaringan mengungkapkan bahwa fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FITK) menjadi penyumbang pendaftar terbanyak dengan 5 calon rektor, disusul Fakultas Syariah dan Fakultas Sains dan Teknologi masing-masing 3 orang, serta Fakultas Ekonomi 1 orang.
Jumlah total ada 12 orang,” ujar Ketua Panitia Penjaringan singkat namun mantap.
Antusiasme para profesor ini menunjukkan dinamika demokrasi kampus yang sehat dan kompetitif. Dalam waktu dekat, tahapan seleksi berikutnya akan segera dimulai, dan para civitas akademika UIN Malang pun menanti sosok pemimpin baru yang akan membawa kampus ini semakin berprestasi di kancah nasional dan internasional.



