HUMAS UIN MALANG – Komitmen terhadap pendidikan karakter dan pengabdian masyarakat kembali ditunjukkan oleh kelompok KKM Sena Cendekia dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pada Sabtu, (12/4), mereka bekerja sama dengan MTsN 2 Kota Kediri menggelar Seminar Parenting dan Doa Bersama di Masjid Al-Azhar MTsN 2 Kota Kediri. Mengangkat tema “Tugas Orang Tua Mendidik Anak Sesuai Fitrah untuk Menjadikan Anak yang Berkarakter, Tangguh, dan Hidup Berarti,” acara ini dihadiri oleh puluhan orang tua siswa, guru, serta pihak sekolah.
Seminar ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran para orang tua mengenai pentingnya memahami fitrah anak dalam proses pengasuhan. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi salah satu program unggulan KKM yang menekankan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam pembinaan karakter anak.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM tidak hanya berperan sebagai panitia, tetapi juga turun langsung sebagai pendamping siswa, pengatur teknis lapangan, hingga dokumentator kegiatan. Kolaborasi ini pun turut melibatkan unit Bimbingan Konseling (BK) MTsN 2 Kota Kediri sebagai mitra strategis.
Hadir sebagai narasumber utama, Ustadz Muhammad Hatta dari Rumah Motivasi Kediri menyampaikan bahwa setiap anak memiliki fitrah unik yang harus dikenali dan dihargai. "Setiap anak itu unik. Fitrahnya harus dikenali agar kita bisa mendidiknya dengan cara yang tepat," ujarnya di hadapan para peserta. Ia menambahkan bahwa pola asuh yang efektif tidak hanya berdasarkan aturan atau larangan, tetapi melalui pendekatan penuh kasih sayang dan keteladanan. "Anak-anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan, terutama orang tua. Dengan mencontohkan nilai-nilai keislaman secara konsisten, kita menyiapkan mereka menjadi pribadi yang berkarakter," jelasnya.
Lebih jauh, Ustadz Hatta menekankan pentingnya pola pengasuhan yang seimbang—menggabungkan pendekatan psikologis dan spiritual. Ia juga mengangkat kisah inspiratif Nabi Musa A.S. yang sejak kecil menghadapi tantangan besar, namun tumbuh menjadi sosok pemimpin karena didikan dengan nilai-nilai luhur. Menurutnya, dengan pengasuhan yang bijak, setiap anak memiliki potensi menjadi pribadi tangguh yang bermanfaat bagi lingkungannya.
Ketua panitia kegiatan, Bu Fufah, menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi aktif para mahasiswa KKM. Ia menyebut kegiatan ini bukan hanya bermanfaat bagi para orang tua, tetapi juga menjadi pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk berkontribusi nyata di tengah masyarakat. “Kami ingin mahasiswa hadir sebagai agen perubahan yang membawa manfaat nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan salat berjamaah yang melibatkan siswa, orang tua, guru, dan seluruh panitia. Doa khidmat tersebut menjadi simbol harapan agar para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang kuat, berakhlak mulia, dan hidup penuh makna. Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa KKM juga merancang berbagai agenda pendampingan edukatif dan kegiatan religius selama masa pengabdian berlangsung.
Melalui kegiatan ini, KKM Sena Cendekia menunjukkan bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab guru di sekolah, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen—orang tua, masyarakat, dan institusi pendidikan. Sebuah kolaborasi yang membuka ruang sinergi demi masa depan generasi yang lebih baik.
Kontributor: Adam
Editor: Azman Fawwazi



