HUMAS UIN MALANG – (10/3). Mahasiswa AM-KKM Internasional UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar acara perpisahan dan pentas seni bertajuk “Merajut Kenangan, Melestarikan Budaya Warisan Bangsa” di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5, Malaysia. Kegiatan ini menjadi ajang menampilkan berbagai seni dan budaya Indonesia serta menutup masa pengabdian mahasiswa selama satu bulan di sanggar tersebut.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan hadrah dari siswa Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5, disusul dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Seluruh peserta kemudian bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, “Negaraku”, dan “Yaa Lal Wathon” sebagai wujud penghormatan terhadap dua negara—Indonesia dan Malaysia—serta nilai-nilai kebangsaan.
Acara dilanjutkan dengan sesi sambutan, diawali oleh seorang siswa kelas 6 yang membawakan pidato dalam empat bahasa. Penampilan tersebut mendapat apresiasi luar biasa karena mencerminkan keberagaman sekaligus kemampuan multibahasa generasi muda. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua AM-KKM Internasional, Amelia Nur Rochim, yang mewakili seluruh mahasiswa untuk menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berbagi ilmu dan budaya selama berada di sanggar.
Sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan, dilakukan penyerahan cendera mata dari pihak UIN Malang kepada Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5. Dra. Mimin Mintarsih selaku pengelola sanggar, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi mahasiswa yang telah memberikan banyak perubahan positif di sanggar, seperti pembangunan mini perpustakaan, dekorasi ruang kelas, dan pengenalan senam baru bagi anak-anak.
“Terima kasih atas dedikasi luar biasa dari mahasiswa UIN Malang. Mereka telah menjadi bagian penting dalam memajukan pendidikan di sanggar ini. Semoga jejak yang ditinggalkan menjadi inspirasi bagi anak-anak untuk terus mencintai ilmu dan budaya,” ujar Dra. Mimin Mintarsih.
Sebagai balasan, pihak sanggar juga menyerahkan cendera mata kepada para mahasiswa sebagai tanda apresiasi dan penghormatan atas kerja keras mereka. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa penutup yang dipimpin oleh penasehat Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5.
Puncak acara diisi dengan pentas seni yang memukau. Paduan suara menyanyikan lagu “Laskar Pelangi” dan “Dunia Tipu-Tipu”, dilanjutkan dengan pertunjukan tari oleh salah satu siswa kelas 4. Penampilan yang paling membekas adalah tarian dan lagu “Indonesia Jaya” yang diiringi dengan pertunjukan wayang, memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada anak-anak sanggar.
Suasana semakin meriah dengan pementasan drama komedi “Surat Cinta untuk Starla” yang menggabungkan budaya populer dengan humor khas Indonesia. Penampilan lain seperti musikalisasi puisi dan persembahan dari siswa kelas 6 turut memeriahkan suasana.
Acara juga dimeriahkan dengan pengumuman pemenang lomba antar kelas, seperti lomba sholawat, kaligrafi, dan azan. Sebagai penutup, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu perpisahan dan menonton video rekap perjalanan mahasiswa selama sebulan di Malaysia. Momen hangat pun tercipta dalam sesi salam-salaman dan foto bersama dengan siswa serta guru-guru di sanggar.
Kegiatan ini bukan hanya menjadi penutup pengabdian, tetapi juga momentum untuk memperkenalkan budaya Indonesia secara langsung kepada generasi muda di luar negeri. Dengan menyajikan seni tradisional dan modern, mahasiswa UIN Malang berharap dapat meninggalkan warisan budaya dan nilai-nilai positif yang akan terus dikenang oleh anak-anak di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5, Malaysia.
Kontributor: Hikmah Wifaqi
Editor: Azman Fawwazi



