HUMAS UIN MALANG-Pemilihan Duta Kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 2025 telah mencapai babak paling bergengsi: Grand Final! Rabu, 30 April 2025, aula kampus dipenuhi semangat dan sorak-sorai pendukung finalis yang bersaing memperebutkan gelar Duta Kampus terbaik tahun ini.
Acara bergengsi ini turut dihadiri oleh dua tokoh penting kampus, yakni Kepala Biro AAKK Dr. H. Barnoto, M.Pd.I dan Ketua Kawasan Pesantren yang sekaligus Pembina Duta Kampus UIN Maliki Malang Dr. H. Miftahul Huda, M.H. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa pemilihan Duta Kampus bukan sekadar ajang seremonial, tetapi merupakan bentuk penghargaan kepada mahasiswa yang berprestasi dan berdedikasi tinggi.
Dalam sambutannya, Dr. Barnoto menyampaikan pesan yang menginspirasi seluruh hadirin. “Duta Kampus adalah representasi mahasiswa UIN Malang yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki integritas tinggi dan memegang peranan penting dalam menjaga serta meneruskan budaya kampus,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa menjadi Duta Kampus bukanlah tugas ringan. Para duta akan menjadi wajah universitas dalam berbagai kegiatan, baik di dalam maupun luar kampus. “Mereka membawa nama baik institusi dan menunjukkan kepada dunia siapa kita sebenarnya,” imbuhnya.
Duta kampus ini memiliki dampak yang luar biasa bagi kampus ini, Duta Kampus menjadi promotor bagi kampus ini kepada khalayak publik dengan berbagai narasi dan plat form medsos. "Sekali lagi saya ucapkan selamat, karena fungsi utama Duta Kampus ini menjadi corong untuk mensyiarkan nilai positif kampus ini," paparnya.
Duta Kampus, juga berperan menjadi promotor untuk menyampaikan ciri khas kampus ini, misalnya saja keutamaan mahasiswa tinggal di ma'had Aly yang ini hingga saat ini masih menjadi satu-satunya di PTKIN. "Duta kampus harus menjadi garda depan dalam menyampaikan informasi positif guna meningkatkan mutu layanan akademik ini menjadi kampus unggul bereputasi internasional," ajaknya.
Oleh karena itu, siapapun nanti yang menjadi juaranya diharapkan bisa menjadi brand ambassador baik secara akademik maupun non akademik. "Duta Kampus harus kompetitif dan terus berprestasi dan produktif yang nanti bisa berdampak terhadap kampus ini," pesannya.
Dan yang tidak kalah pentingnya, Duta Kampus diharapkan bisa menerapkan zikir, fikir, dan amal saleh. Sebagai generasi ulul albab tidak hanya dituntut pandai dalam akademiknya saja. Akan tetapi, harus bisa menjaga ibadahnya, menjaga lisannya, dan menjaga sikapnya. "Ini perlu untuk kita perhatikan bersama-sama dan saya yakin kedepan UIN Maliki Malang bisa menelurkan lulusan yang unggul untuk bangsa dan negara tercinta ini," tutupnya.
Ketua Paguyuban Duta Kampus Rayhan Mujayyid dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasihnya atas dukungan dari universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, dia juga menyampaikan bahwa Duta Kampus juga telah melaksanakan program unggulannya salah satunya yaitu bakti sosial di wilayah Kabupaten Malang, "Semoga Duta Kampus 2025 ini bisa membantu mewujudkan mimpi besar UIN Maliki Malang menjadi kampus go internasional," paparnya.
Ajang Grand Final ini tidak hanya menampilkan parade bakat dan intelektualitas para finalis, tetapi juga menunjukkan semangat kompetisi sehat dan kolaborasi antarmahasiswa. Duta Kampus yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi inspirasi, penggerak, dan jembatan komunikasi antara civitas akademika dengan masyarakat luas.
Siapakah yang akan menyandang gelar Duta Kampus UIN Malang 2025? Jawabannya tinggal menunggu hitungan jam. Yang pasti, para finalis malam ini sudah menunjukkan bahwa mereka adalah generasi unggul, pembawa visi kampus yang Rahmatan lil ‘Alamin.



