HUMAS UIN MALANG — Suasana siang di Aula Pertemuan Gedung Rektorat Lt.5 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa, 22 April 2025, dipenuhi semangat dan harapan. Seluruh pegawai non-PNS antusias mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) persiapan menghadapi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) gelombang ke-2. Kegiatan ini menjadi langkah nyata kampus dalam mendukung para pegawainya meraih status ASN.
Dalam kegiatan tersebut, hadir langsung Wakil Rektor Bidang AUPK Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., Kepala Biro AUPK Dr. Muhtar Hazawawi, M.Ag., serta Koordinator OKH Dra. Hj. Umi Hanik. Mereka memberikan motivasi dan pembekalan yang membangkitkan optimisme peserta.
“Bisa menjawab soal dengan cepat dan tepat itu bukan hanya butuh latihan, tapi juga wawasan dan mental yang siap. Teruslah belajar dan jangan menyerah,” ujar Prof. Ilfi memberi semangat.
Tak hanya itu, Prof. Ilfi juga meyakinkan bahwa pemerintah dan pimpinan kampus tidak akan tinggal diam. Bagi pegawai yang belum lolos seleksi PPPK, masih ada peluang melalui skema PPPK paruh waktu yang telah disiapkan oleh Kemenpan RB.
“Jadi saya minta, teruslah mengabdi dengan ikhlas untuk lembaga yang kita cintai ini. Tetap khusnudzon dan bekerja keras, karena kebahagiaan dunia dan akhirat akan diraih oleh mereka yang ikhlas,” pesannya penuh haru.
Dalam kesempatan itu, Prof. Ilfi juga mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama memanjatkan doa, membaca Surat Al-Fatihah, sebagai bentuk ikhtiar spiritual menghadapi ujian.
Senada dengan itu, Kepala Biro AUPK, Dr. Hazawawi, mengingatkan pentingnya menjaga rasa syukur. “Yakinlah, Allah akan memberikan yang terbaik. Yang penting, bekerjalah dengan penuh integritas. Fokuslah belajar, dan jangan lupa bahagia,” ujarnya penuh bijak.
Ia juga menyampaikan bahwa UIN Maliki Malang siap memfasilitasi akomodasi bagi peserta yang akan mengikuti tes di Gedung BKN Surabaya. Ini menunjukkan komitmen kampus dalam mendampingi langkah pegawainya meraih masa depan yang lebih baik.
Kegiatan Bimtek ini diharapkan menjadi bekal penting bagi para pegawai non-PNS dalam menapaki proses seleksi PPPK. Dengan semangat, kerja keras, dan doa, cita-cita menjadi ASN bukanlah hal yang mustahil.



