MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Tim pengabdian masyarakat Qoryah Toyyibah UIN Malang yang terdiri dari Moh Mahpur, Sugeng Listyo P, Alfin Mustikawan, Fiqhan Khoirul Álim, dan Menyingari Alfianoor Ibrahim melakukan observasi awal di Dusun Sempu, Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Observasi ini menjadi langkah pertama dalam rangkaian program pengabdian untuk mengoptimalkan aset publik yang selama ini terbengkalai yang dilaksanakan pada 18 Mei 2025.
Salah satu temuan penting adalah kondisi SDN 03 Gadingkulon, sebuah lembaga pendidikan yang resmi ditutup sejak tahun 2023 karena tidak lagi memiliki murid. Sejak saat itu, bangunan sekolah yang dulunya menjadi pusat pendidikan dasar masyarakat setempat, kini terbengkalai tanpa pemanfaatan yang jelas. Tim Qoryah Toyyibah menilai bahwa aset tersebut masih memiliki potensi besar. Dari hasil pengamatan di lapangan, lokasi sekolah cukup strategis dan memiliki nilai yang dapat dikembangkan kembali untuk kepentingan masyarakat. Selain bangunan fisik yang masih berdiri kokoh, lingkungan sekitar juga mendukung untuk dijadikan pusat kegiatan baru, baik dalam bidang pendidikan, sosial, maupun pemberdayaan ekonomi.
“Kami melihat bahwa aset yang terbengkalai ini sayang jika dibiarkan begitu saja. Melalui program pengabdian ini, kami ingin menghadirkan gagasan baru agar bangunan sekolah bisa kembali hidup dan bermanfaat bagi masyarakat Dusun Sempu,” jelas Pak Mahpur sebagai ketua tim pengabdian.
Observasi ini menjadi pijakan awal untuk merumuskan arah program selanjutnya. Tim akan melakukan pemetaan potensi, diskusi dengan masyarakat, serta penyusunan model pemanfaatan aset agar keberadaannya mampu mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. Program pengabdian ini merupakan bagian dari komitmen UIN Malang dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan pengabdian nyata kepada masyarakat. Melalui pendekatan kolaboratif antara akademisi dan warga, diharapkan tercipta model pembangunan desa yang tidak hanya berbasis fisik, tetapi juga sosial dan kultural.
Tim Qoryah Toyyibah juga berencana melibatkan mahasiswa dalam tahap implementasi program, sebagai bentuk pembelajaran langsung di lapangan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang edukatif bagi sivitas akademika.Dengan langkah awal ini, diharapkan SDN 03 Gadingkulon tidak lagi sekadar menjadi bangunan kosong, melainkan bertransformasi menjadi pusat aktivitas produktif yang menghadirkan nilai bagi masyarakat sekitar. (af)
Reporter: Muh. Noaf Afgani



