MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Komitmen untuk mendukung pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar lebih kompetitif di pasar modern terus digaungkan oleh akademisi. Salah satunya ditunjukkan oleh Sri Andriani, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang aktif sebagai pendamping Proses Produk Halal (PPH).
Dalam kegiatan pendampingan sertifikasi halal yang digelar selama tiga hari, 17–19 Juni 2025, Sri Andriani yang sekaligus sebagai Ketua Laboratorium pengabdian kepada masyarakat FE memberikan bimbingan langsung kepada 50 peserta perempuan yang tergabung dalam Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) Kabupaten Kediri. Yang istimewa, seluruh proses pengurusan dilakukan secara gratis mulai dari sosialisasi hingga sertifikat halal resmi diterbitkan.
“Kami ingin UMKM, khususnya yang dikelola oleh para ibu rumah tangga atau perempuan, bisa naik kelas dan siap menembus pasar modern yang kini menjadikan sertifikat halal sebagai syarat utama,” ujar Sri Andriani dalam sesi pembukaan kegiatan.
Kegiatan ini tak hanya memberikan edukasi tentang pentingnya kehalalan produk bagi konsumen Muslim, tetapi juga menjadi angin segar bagi para pelaku usaha lokal yang selama ini terkendala biaya dan proses birokrasi dalam mengurus sertifikasi halal.
Salah satu peserta yang namanya enggan dipublish ini saat ini telah menjalankan UMKM sebagai pelaku usaha makanan ringan, mengaku sangat terbantu. “Biasanya urusan halal itu rumit dan mahal, tapi kali ini kami dibimbing dari awal sampai tuntas tanpa dipungut biaya. Terima kasih banyak atas pendampingan yang luar biasa ini,” ujarnya penuh antusias.
Diharapkan, melalui program ini, pelaku usaha perempuan di Kediri mampu memperluas jangkauan pemasaran produknya, tidak hanya di pasar lokal tetapi juga nasional, bahkan internasional.
Dengan semangat kolaboratif antara akademisi dan komunitas lokal, kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana perguruan tinggi bisa hadir langsung di tengah masyarakat dan memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan ekonomi umat. (*)



