MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Suasana siang hari di Gedung Graha Pancasila Amongtani Kota Batu di Jl. Panglima Sudirman No. 234, Sisir, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur menjadi saksi komitmen bersejarah dari para pemimpin perguruan tinggi negeri dan keagamaan Islam di Jawa Timur dengan pemerintah kota Batu. Sebanyak 16 rektor PTN dan PTKIN se-Jatim bersama Wali Kota Batu menandatangani Komitmen Hijau Berkelanjutan sebagai bagian dari Rapat Kerja Paguyuban Rektor PTN-PTKIN se-Jawa Timur. Kamis, 26 Juni 2025.
Mengusung tema “Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Program SDGs”, pertemuan ini menandai babak baru kolaborasi antarperguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Malang Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA selaku tuan rumah menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan hangatnya kepada Walikota dan Wakil Walikota Batu.
Kegiatan forum rektor ini menjadi rutinitas untuk menjalin silaturahmi dan sinergi guna kemajuan perguruan tinggi negeri di wilayah provinsi Jawa Timur.
Tentunya, tambah beliau, kegiatan MoU dengan pihak Walikota Batu ini mencakup kegiatan tri dharma yang bisa berdampak kepada masyarakat secara langsung melalui program pengabdian kepada masyarakat.
Prof Zainuddin menegaskan bahwa kampus bukan hanya pusat ilmu, tapi juga harus menjadi pionir dalam perubahan sosial dan lingkungan.
Sementara itu, Ketua Paguyuban, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes turut menyoroti agar para pimpinan bisa mengoptimalkan SDM di jajarannya masing-masing. "Saya yakin dalam menyikapi era demokrasi ini kita bisa mengambil sikap positif sebagai bentuk ikhtiar kita bersama," ucapnya penuh yakin.
Senada dengan itu, Wali Kota Batu, Nurochman, S.H., M.H., menegaskan komitmen pemerintah kota untuk bersinergi dengan dunia akademik. “Kota Batu sangat terbuka untuk menjadi laboratorium hidup, tempat pengembangan teknologi ramah lingkungan bersama para akademisi,” katanya.
Program terbaru Kota Batu, tambah beliau berfokus pada pembangunan berkelanjutan dengan prioritas pada sektor agro-kreatif. Diantaranya Program Ekonomi Kreatif yaitu Botanical Garden Spiritual, pengembangan taman botani dengan sentuhan spiritual.
Batu yang wilayahnya kecil ini ingin memberikan perhatian kepada petani di kota Batu. Pemerintah Kota Batu juga berencana untuk memperkuat pemerintahan desa dan kelurahan dengan alokasi dana sebesar Rp 5 miliar untuk mendukung otonomi daerah yang lebih kuat. Program-program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat daya saing Kota Batu di tingkat nasional.
Isi komitmen yang ditandatangani mencakup enam poin utama, antara lain mendukung percepatan pencapaian SDGs di Indonesia, integrasi prinsip SDGs dalam kebijakan, kurikulum, riset, dan pengabdian masyarakat, Transformasi kampus dan kota menjadi pusat inovasi hijau, Pengurangan jejak karbon dan efisiensi energi, Penguatan kolaborasi lintas sektor melalui skema pentahelix, Edukasi publik dan pelibatan generasi muda dalam pelestarian lingkungan.
Para rektor yang hadir berasal dari berbagai perguruan tinggi ternama di Jawa Timur, termasuk Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), hingga Universitas Islam Negeri (UIN) dari Surabaya, Jember, Tulungagung, Kediri, Ponorogo, dan Madura.
Komitmen bersama ini menjadi bukti bahwa isu lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga dunia pendidikan tinggi. Selain deklarasi bersama, rapat kerja ini juga membahas langkah-langkah konkret dalam mendukung agenda hijau, termasuk kolaborasi riset, pertukaran teknologi hijau, hingga penguatan jejaring pengabdian masyarakat berbasis lingkungan.
Dengan ditandatanganinya komitmen ini, para rektor dan pemerintah daerah berharap gerakan hijau tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi menyala di setiap ruang kelas, laboratorium, hingga hati para mahasiswa sebagai agen perubahan masa depan.



