" />  " />
Dua Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dikukuhkan dalam Rapat Terbuka Senat Universitas
Abadi Wijaya Rabu, 23 Juli 2025 . in Berita . 343 views
9646_pengukuhan-gb.jpeg

 

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN Maliki) Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi mengukuhkan dua guru besar baru melalui Rapat Terbuka Senat Universitas yang digelar pada Rabu, 23 Juli 2025, di Gedung Rektorat lantai 5. Mereka adalah Prof. Dr. Ir. Muhammad Faisal, S.Kom., M.T dalam bidang ilmu Rekayasa Teknologi Informasi Cerdas, dan Prof. Dr. Evika Sandi Savitri, M.P dalam bidang ilmu Biologi Tumbuhan.

Acara pengukuhan ini merupakan bentuk penghargaan akademik tertinggi bagi dosen yang telah memenuhi persyaratan akademik dan administratif sesuai ketentuan yang berlaku. Rapat terbuka tersebut dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh civitas akademika, tamu undangan, serta keluarga dari kedua guru besar yang dikukuhkan.

Rangkaian acara diawali dengan Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. Hj. Mufidah Ch. M.Ag, yang secara resmi membuka sidang rapat terbuka pengukuhan guru besar dengan ketukan palu sidang. Momentum tersebut menandai dimulainya rangkaian formal acara akademik tertinggi di lingkungan universitas. Selanjutnya, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag, membacakan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia tentang pengangkatan dua guru besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

 

9645_rektor.jpeg

 

Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. M. Zainudin, MA, dalam sambutannya menyampaikan bahwa jabatan guru besar bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus berkarya. “Guru Besar merupakan jabatan puncak di dunia akademik, oleh karena itu harus menjadi teladan keilmuan, integritas maupun juga berdampak kepada institusi. Maka dari itu, Guru Besar bukanlah akhir dari segalanya. Jangan pernah berhenti untuk terus berkarya dan berkarya. Entah itu menulis, meneliti dan juga mengabdi,” tegasnya.

Prof. Dr. Ir. Muhammad Faisal, S.Kom., M.T dalam pidato ilmiahnya menyampaikan orasi bertajuk “Rekayasa Teknologi Informasi Cerdas Sebagai Pilar Inovasi Menuju Masyarakat 5.0.” Dalam paparannya, Prof.Faisal menekankan pentingnya integrasi kecerdasan buatan dalam menopang transformasi masyarakat digital. Ia juga menekankan urgensi pengembangan riset berbasis big data dan pemanfaatan teknologi pintar untuk menyelesaikan permasalahan sosial yang kompleks.

Sementara itu, Prof. Dr. Evika Sandi Savitri, M.P menyampaikan pidato ilmiah berjudul “Kajian Fisiologi dan Molekuler Tumbuhan pada Kondisi Stres Lingkungan untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional.” Ia menjelaskan berbagai respon fisiologis dan molekuler tanaman terhadap tekanan lingkungan seperti kekeringan dan salinitas. Penelitiannya menjadi kontribusi penting dalam upaya mendukung ketahanan pangan melalui pendekatan bioteknologi.

Kedua guru besar yang dikukuhkan merupakan representasi dari dua rumpun keilmuan berbeda namun saling melengkapi, yakni teknologi informasi dan sains biologi. Kolaborasi keduanya mencerminkan misi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk mengembangkan keilmuan multidisipliner yang holistik dan solutif.

Acara juga disemarakkan dengan penampilan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta lagu “Bagimu Negeri” sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat keilmuan dan pengabdian. Usai prosesi, para hadirin memberikan ucapan selamat secara langsung kepada dua guru besar beserta keluarga dalam sesi ramah tamah dan foto bersama.

Rapat terbuka ini menjadi momentum penting tidak hanya bagi kedua guru besar, namun juga bagi institusi dalam meneguhkan komitmen terhadap pengembangan akademik, riset, dan pengabdian masyarakat. Acara pengukuhan kali ini menambah daftar guru besar aktif di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta diharapkan mampu memperkuat posisi universitas sebagai pusat keunggulan keilmuan yang berdaya saing nasional dan global.

Sebagai penutup, Prof. Dr. M. Zainudin, MA, menyampaikan bahwa seluruh mata kuliah yang diajarkan di UIN Malang harus senantiasa diintegrasikan dengan perspektif Islam. “Perlunya kita yang memiliki kajian keislaman, bahwa seluruh mata kuliah saat ini harus diintegrasikan dengan perspektif Islam, karena UIN Malang merupakan kampus yang menggunakan model integrasi ilmu pengetahuan dan agama,” ungkapnya.

Reporter: Muh. Noaf Afgani

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up