MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya untuk menyukseskan Audit Operasional Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Inspektorat II, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Entry Meeting Audit Operasional PTKN yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 9 Juli 2025, mulai pukul 09.00 WIB.
Entry Meeting ini merupakan bagian dari Rencana Kinerja Inspektorat Jenderal Kemenag RI Tahun 2025, yang bertujuan untuk memastikan seluruh proses operasional di lingkungan PTKN berjalan sesuai regulasi, serta mengedepankan prinsip akuntabilitas dan transparansi.
Seluruh pimpinan UIN Malang hadir dalam kegiatan ini, menunjukkan keseriusan lembaga dalam menyambut proses audit yang tidak hanya sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga sebagai upaya pembinaan menuju tata kelola perguruan tinggi yang lebih baik.
“Kami siap sepenuhnya untuk mengawal proses audit ini,” tegas perwakilan pimpinan UIN Malang usai mengikuti kegiatan virtual tersebut.
Lebih lanjut, audit ini menjadi momen strategis bagi UIN Malang untuk melakukan introspeksi sekaligus akselerasi perbaikan dalam pengelolaan institusi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Kepala Satuan Pengawasan Internal (SPI) UIN Malang Dr. H. M. In'am Esha menambahkan bahwa keberhasilan audit sangat ditentukan oleh kolaborasi lintas unit dan sinergi seluruh civitas akademika.
“Keberhasilan audit ini tergantung sinergi semua pihak. Karenanya, kita berharap semua elemen kampus bahu-membahu demi suksesnya audit ini. Terlebih, audit ini menjadi sarana penting untuk menilai kesiapan kampus menuju perguruan tinggi unggul dan bereputasi internasional,” ujarnya.
Dengan semangat transparansi, integritas, dan kerja kolektif, UIN Malang optimis audit ini tidak hanya akan memperkuat sistem pengelolaan internal, tetapi juga memperkuat posisi kampus sebagai institusi pendidikan Islam berkelas dunia. (*)



