Empat Wakil Rektor Sampaikan Pesan Inspiratif di PBAK 2025
Abadi Wijaya Senin, 18 Agustus 2025 . in Berita . 489 views
9769_materi-wr-pbak.jpg


MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Memasuki hari kedua PBAK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin, 18 Agustus 2025 diisi dengan pemaparan materi dari jajaran Wakil Rektor. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sport Center ini menghadirkan WR Bidang Akademik Drs. H. Basri, MA, Ph.D., Plt. WR Bidang Administrasi Umum, Perencanaan Keuangan, Dr. Zainal Habib, M.Hum, WR Bidang kemahasiswaan Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag. dan WR IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.Si.
Dalam arahannya, WR I bidang akademik, Drs. H. Basri, MA, Ph.D., menekankan pentingnya keseimbangan antara prestasi akademik dan kegiatan sosial. “Ada tiga tipologi mahasiswa. Yang pertama over achiever, mahasiswa yang pikirannya hanya mengejar akademik, pokoknya IPK harus 4. Kedua, activies student atau social butterfly, yaitu mahasiswa yang kepedulian akademiknya minim tapi lebih aktif di sosial. Ketiga, combining, yaitu mengombinasikan antara akademik dan aktivis, dan saya ini termasuk kategori ketiga,” ungkapnya. Ia berpesan, “Kalau Anda ingin menjadi mahasiswa terbaik, aktiflah di kegiatan sosial yang baik, tapi jangan lupakan prestasi akademik. Jaga keseimbangan dalam hidup anda, jangan ke kampus dan belajar saja tapi juga berolahraga, dan yang kedua taklukkan bahasa.”
WR II, Dr. Zainal Habib, M.Hum., menyampaikan refleksi terkait tema PBAK tahun ini, metanoia. “Metanoia itu sebuah gerakan perlawanan terhadap pikiran-pikiran yang zuhud, pikiran yang sakral dan tidak dinamis. Sakralisasi pikiran menghalangi pencerahan pikiran,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya kontribusi mahasiswa. “Karena mahasiswa adalah agen of change. Kita harus punya satu dua hal yang kita niatkan untuk kita kontribusikan pada kampus kita tercinta,” pesannya. Dalam kesempatan itu, ia menambahkan, “Saya menangani langsung kerja sama dengan pemerintah Indonesia dan Arab Saudi untuk kampus 3 yaitu Saudi Fund for Development, dengan dana sebesar Rp1 triliun. Di Indonesia hanya ada dua universitas yang mendapat dana sebanyak itu, yang pertama UIN Malang, yang kedua UGM.”
Sementara itu, WR Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., menyoroti pentingnya niat dan kesabaran dalam berproses sebagai aktivis. “Bakat menjadi titipan, minat menjadi pengembangan, lalu kita berdaya menjadi aksi dari masyarakat. Cara menjadi aktivis adalah dengan kita menjadi aktif di UKM, DEMA, SEMA, di HMJ-nya juga. Yang penting adalah niat, ketika kita ingin menjadi aktivis, kita harus punya niat yang baik. Yang kedua tentang sabar, menjadi seorang aktivis akan dibentuk dengan kesabarannya, dan kesabaran yang baik itu dengan diam,” paparnya.
WR IV, Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.Si., menambahkan motivasi sekaligus peluang pengembangan diri bagi mahasiswa. “Semua orang itu bisa sukses, bisa berhasil, bisa jadi pemimpin. Menjadi mahasiswa UIN Malang saja adik-adik harus bersaing dengan puluhan ribu. Tetapi jangan putus asa, karena tidak ada satu pun institusi, lembaga, atau personal yang sukses karena dirinya sendiri, pasti ada mitra, ada kerja sama, ada kolaborasi,” jelasnya. Ia menambahkan, “Kami sudah bekerja sama dengan MPR dan DPR RI, sehingga nanti adik-adik mahasiswa bisa magang atau PKL di sana. Kami juga sudah bekerja sama dengan MK dan Bank Indonesia.” (n.a)


Reporter : Nafiska Sayekti Ariyani
Fotografer : Ibrahim Al Hanif

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up