MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Hari kedua Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Malang yang berlangsung di Sport Center, Kamis, 21 Agustus 2025 menghadirkan materi eksternal bertemakan kesehatan mental. Ribuan mahasiswa baru mengikuti penyampaian materi dari Berliana Widi Scarvanovi, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Ia merupakan dosen Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Dalam pemaparannya, Perempuan yang menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Layanan Konseling Mahasiswa UNS itu menekankan bahwa kesehatan mental merupakan kondisi kesejahteraan individu ketika seseorang mampu mengenali potensi dirinya, menghadapi tekanan hidup, serta berkontribusi secara produktif di lingkungan yang menekankan pentingnya kesadaran menjaga kesehatan mental dalam menghadapi transisi kehidupan kampus.
Memasuki dunia kampus kerap menjadi fase penuh tekanan bagi mahasiswa baru. Perubahan lingkungan, tuntutan akademik, hingga adaptasi sosial seringkali memicu stres yang berdampak pada kesehatan mental. Menyadari hal ini, PBAK FITK UIN Malang hari kedua secara khusus menghadirkan materi tentang kesehatan mental sebagai bekal penting bagi maba. Pesan yang ditegaskan, keberhasilan menempuh perkuliahan tidak hanya bergantung pada prestasi akademik, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa menjaga kestabilan emosional, mental, dan sosial agar siap menghadapi dinamika kehidupan kampus.
Hanifia Izzah Rahmadanty, pengurus DEMA FITK Departemen Pengembangan Akademik sekaligus sebagai salah satu panitia PBAK, menjelaskan bahwa tema kesehatan mental dipilih karena mahasiswa baru tengah berada dalam masa transisi menuju perkuliahan yang rawan memicu stres. “Dengan materi ini, maba bisa tahu cara menjaga kesehatan mental, mengenali tanda-tanda saat butuh bantuan, serta sadar bahwa menjaga mental sama pentingnya dengan fisik,” ujarnya.
Mahasiswi jurusan Manajemen Pendidikan Islam tersebut juga menambahkan, isu kesehatan mental sangat relevan dengan kondisi mahasiswa saat ini. “Harapannya, maba lebih siap, kuat, dan punya bekal menghadapi kehidupan kampus secara sehat, baik akademik maupun emosional,” pungkasnya. Hari kedua PBAK FITK ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk memahami bahwa kesuksesan di bangku kuliah tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga oleh kemampuan menjaga keseimbangan antara fisik, mental, dan sosial.
Reporter: Muh. Noaf Afgani



