MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Balikpapan – Isu pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali mencuat dalam forum internasional pendidikan tinggi, 16th CUPT–CRISU High Level Meeting 2025, Council of University Presidents of Thailand - Council of Rectors of Indonesia State University
The New National Capital City (IKN), Nusantara, Indonesia yang berlangsung di Kalimantan Timur, pada tanggal 25-26 Agustus 2025. Di hotel in Nusantara.
Bertindak sebagai tuan rumah dalam acara ini yaitu Institut Teknologi Kalimantan (ITK)
bekerjasama dengan Universitas Mulawarman (UNMUL), Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Palangka Raya (UPR), Universitas Tanjungpura (UNTAN), Universitas Borneo
Tarakan (UBT)
Acara dibuka pukul 09.00 dengan sambutan dari Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Prof. Dr. rer. nat. Agus Rubiyanto, disusul Opening Remarks oleh Ketua Council of Rector of Indonesia State University (CRISU), Prof. Dr. Eduart Wolok, yang juga Rektor Universitas Negeri Gorontalo, pukul 09.40.
Dalam sesi paralel bertajuk “Leading for the Future: Sustainability and Inclusivity in Nusantara and Higher Education”, Basri, Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, melontarkan dua catatan terkait pembangunan IKN.
“Tantangan utama dalam pembangunan IKN terletak pada aspek pendanaan. Dalam desain awal, komposisi pembiayaan direncanakan berasal 80 persen dari sektor swasta dan 20 persen dari APBN. Namun, dalam perjalanannya porsi tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan harapan. Sampai saat ini, sebagian besar pendanaan masih ditopang APBN, sementara investor swasta masih menunggu momentum yang tepat,” ujar Basri.
Ia menjelaskan, sikap hati-hati dari sektor swasta dipengaruhi oleh proyeksi bisnis yang masih perlu diperkuat serta estimasi masa balik modal yang relatif panjang. “Mereka pada dasarnya memiliki ketertarikan, hanya saja masih bersikap hati-hati sebelum mengambil keputusan,” tambahnya.
Catatan kedua Basri menyoroti kerumitan politik di Senayan. “Persoalan IKN menjadi perdebatan dinamis antara pihak yang pro dan kontra. Tidak semua anggota parlemen mendukung percepatan, bahkan keberlanjutan proyek ini,” ujarnya.
Basri, yang baru saja dilantik sebagai Wakil Rektor I UIN Maliki Malang bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2025 lalu, menyampaikan bahwa tantangan terkait pendanaan dan dinamika politik merupakan hal yang wajar dalam proyek besar berskala nasional. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, pelaksana pembangunan, dan mitra strategis sangat dibutuhkan demi terwujudnya IKN sebagai ibu kota masa depan.



