MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA., menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal dalam aksi demonstrasi. Ia mendoakan almarhum mendapat tempat syuhada serta menyerukan penegakan hukum yang tegas. Acara ini menjadi momen penting menegaskan keprihatinan pemerintah terhadap peristiwa tragis yang menewaskan warga sipil, sekaligus dorongan untuk penanganan hukum yang adil dan transparan.
Dalam sebuah video yang diunggah melalui akun Instagram resmi, Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengawali dengan ucapan duka dan doa: “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un… dari lubuk hati kami yang terdalam mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa saudara kita, Affan Kurniawan.” Ia menambahkan harapan agar almarhum diterima di sisi Allah SWT dan diberi status syuhada karena mempertahankan idealisme yang diyakininya benar.
Selain itu, Menag menyampaikan apresiasi atas perhatian langsung Presiden terhadap kasus ini. Presiden Prabowo disebut siap menanggung beban keluarga almarhum, termasuk anak, saudara, dan orangtua. Hal tersebut ia sebut sebagai bukti nyata konsen pemerintah terhadap insiden ini.Kepada keluarga almarhum, Menag menyampaikan harapan agar mereka diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Ia meneguhkan bahwa banyak pihak mendoakan almarhum.
Sebagai penutup, Nasaruddin Umar mengajak seluruh bangsa mengambil hikmah dari tragedi ini untuk tetap teruskan hal positif dan tinggalkan yang merugikan semua pihak.Pernyataan Menteri Agama ini menjadi penegasan sikap keagamaan dan keadilan atas wafatnya Affan, sementara kisah pribadinya mengingatkan publik tentang manusia di balik berita yang merupakan seorang penyedia nafkah dengan dedikasi tinggi. (af)
Reporter: Muh. Noaf Afgani



