MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Gelaran Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Senin, 18 Agustus 2025, menghadirkan semangat baru bagi ribuan mahasiswa baru. Sorak yel-yel, penampilan seni, hingga sambutan penuh kehangatan dari panitia menjadikan momen ini penuh warna dan kesan mendalam.
Nurman Hakim (19), mahasiswa asal Sulawesi Tengah, mengaku paling terkesan dengan adu yel-yel yang membuatnya cepat mendapat banyak teman baru.
“Saya sebenarnya ingin mondok, tapi orang tua menyarankan agar kuliah sambil mondok. Setelah cari info dari ustadz, saya akhirnya tahu ada UIN Malang. Kuliah di sini supaya bisa dapat ilmu agama dan ilmu dunia sekaligus,” ujarnya.
Nurman berharap dapat membanggakan kedua orang tuanya dengan menuntut ilmu di kampus hijau tersebut. Meski mengaku terkadang merasa pusing dengan tugas, ia tetap semangat karena banyak teman yang saling membantu.
“Semoga UIN Malang selalu istiqamah dalam kebaikan dan melahirkan mahasiswa yang paham ilmu agama. Terima kasih juga buat teman-teman yang sudah menemani saya mengerjakan tugas, semoga kita semua sukses,” tambahnya.
Sementara itu, Fatimatuzzahra (18), mahasiswi baru asal Blitar, mengaku kuliah di uinmalang menjadi pengalaman berkesan karena disambut panitia dengan penampilan dan hiburan yang membuat suasana semakin hangat.
“Aku orangnya gampang akrab, jadi seneng banget bisa ngajak ngobrol banyak orang baru. Sekarang sudah kenal sekitar 50 teman,” katanya sambil tersenyum.
Meski harus berpisah dengan orang tua, ia berharap keluarga di rumah selalu diberi kesehatan dan kelancaran rezeki. Untuk teman-teman barunya, ia pun menitipkan pesan penuh semangat.
“Semoga kita enjoy di UIN Malang, dapat IPK minimal 3,5, masuk bareng dan keluar bareng. Semoga kampus ini bisa selalu mendengarkan aspirasi mahasiswa,” pesannya.
Sebagai penutup, Fatimatuzzahra membagikan motto hidup yang selalu ia pegang teguh:
“Cintai ibumu dan nikmati setiap momen. Jalani saja dengan ikhlas,” pungkasnya.
Reporter : Amelia Dea Divanda
Fotografer : Ibrahim Al Hanif



