MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Puluhan warga Desa Kayu Kebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, mengikuti kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter dan peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), serta didukung penuh oleh perangkat desa setempat. Pasuruan, 3 Agustus 2025.
Kegiatan dibuka secara seremonial oleh Kepala Desa Kayu Kebek, yang menyampaikan apresiasi atas sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dalam upaya meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan warga kami. Jika tidak ada program seperti ini, warga cenderung enggan memeriksakan kondisi kesehatannya ke fasilitas kesehatan. Semoga kerja sama ini bisa terus berlanjut di masa mendatang,” ujar Kepala Desa dalam sambutannya.
Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari LP2M UIN Malang selaku fasilitator kegiatan pengabdian masyarakat. Dari Program Studi Pendidikan Dokter UIN Malang, hadir tiga dosen pembimbing yang memberikan supervisi langsung, yakni dr Tias Pramesti Griana, M. Biomed, dr Christyaji Indradmojo, Sp. EM, dan dr Putri Aulawiya, M. Biomed.
Partisipasi alumni turut memperkuat sinergi kegiatan, ditandai dengan kehadiran dr Retno Dewi Atmiyanti sebagai pendamping lapangan. Tak hanya itu, bentuk dukungan lintas institusi juga terlihat melalui kehadiran dr Yhusi Karina Riskawati, M. Sc dari Universitas Brawijaya, menambah semangat kolaboratif kegiatan.
Kegiatan ini digerakkan oleh mahasiswa Pendidikan Dokter angkatan 2022, 2023, dan 2024, di bawah bimbingan dosen dan alumni. Meskipun belum dapat melibatkan mahasiswa profesi (koas), kegiatan ini tetap menjadi ajang kolaborasi aktif antar lini pendidikan kedokteran.
“Kegiatan ini menunjukkan kolaborasi yang sangat baik antara mahasiswa preklinik, para dosen pembimbing, dan alumni. Sayangnya, rekan-rekan dari profesi dokter (koas) belum dapat turut serta karena kesibukan yang luar biasa di rumah sakit pendidikan. Namun, kami berharap ke depannya mereka bisa lebih aktif terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini,” ujar dr Christyaji Indradmojo, Sp. EM.
Sebagian besar peserta merupakan warga lanjut usia yang hadir dengan antusias dan tertib mengantre sejak pagi hari. Pemeriksaan dilakukan melalui tiga pos pelayanan utama, meliputi Pemeriksaan Indeks Massa Tubuh (IMT), Anamnesis dan skrining penyakit degeneratif disertai pemeriksaan tanda-tanda vital (TTV), Pemeriksaan glukosa darah, kolesterol, dan asam urat (POCT), serta edukasi kesehatan (KIE)
Setelah menjalani pemeriksaan, peserta menerima informasi mengenai pola hidup sehat dan pentingnya deteksi dini penyakit, serta diarahkan untuk pemeriksaan lanjutan ke fasilitas kesehatan terdekat bila diperlukan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa,” tambah dr Tias Pramesti Griana, M. Biomed.
Dengan semangat pengabdian dan kolaborasi lintas sektor, kegiatan ini menjadi implementasi nyata dari tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat berbasis kesehatan komunitas.



