Penyuluhan Kesehatan Pemeliharaan Status Kebugaran Fisik dan Mental Masyarakat Haji dalam Masa Tunggu, KBIHU AL-Ikhlas Kota Batu
Abadi Wijaya Minggu, 14 September 2025 . in Berita . 223 views
9988_wer.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Istitha’ah merupakan tujuan dan syarat wajib dalam melaksanakan ritual suci ibadah haji. Kondisi ini diartikan sebagai kondisi kesiapan dari segi fisik, mental, finansial, maupun keamanan selama rangkaian ibadah haji. Dalam mempersiapkannya, calon jamaah haji (CJH) menjalani pembinaan manasik kesehatan haji baik secara mandiri maupun melalui program pembimbingan. Oleh karenanya, pendidikan dokter UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bekerja sama dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Al-Ikhlas Kota Batu dalam melaksanakan penyuluhan manasik kesehatan haji pada Minggu, 14 September 2025.  Penyuluhan mengangkat tema “Pemeliharaan Status Kebugaran Fisik dan Mental Masyarakat Haji dalam Masa Tunggu”.

Rangkaian acara ini diawali dengan senam pagi bersama yang diatur khusus untuk latihan fisik bagi CJH. Setelah itu, dilakukan pre-test untuk mengukur pengetahuan CJH mengenai pelatihan fisik dan mental di masa tunggu. Pada rangkaian acara utama, penyuluhan dikemas dalam bentuk talkshow bersama tiga pemateri yang merupakan dosen dari program studi pendidikan dokter UIN Malang. Materi pertama dengan judul “TIps Kebugaran Fisik Menuju Tanah Suci” disampaikan oleh dr. Sakinah Baraja, Sp. B. Materi kedua dengan judul “Hati Tenang Pikiran Damai Menyambut Ibadah Haji” disampaikan oleh Dr. dr. Lailia Nur Rachma, M.Biomed. Materi ketiga dengan judul “Menata Raga, Jiwa, dan Rasa Menuju Haji Mabrur” disampaikan oleh dr. Christyaji Indradmojo, Sp. EM.

9989_ujh.jpg

Dalam talkshow yang berlangsung kurang lebih 100 menit, para CJH diberikan gambaran mengenai suasana yang akan mereka hadapi selama menjalani rangkaian ibadah haji. Pemateri juga memberikan berbagai tips untuk menjaga kebugaran fisik CJH selama di masa tunggu, mulai dari melakukan skrining kesehatan rutin, menjaga higienitas diri, menjaga asupan cairan dan elektrolit, menyiapkan obat dari rumah, rutin beraktivitas fisik, hingga manajemen penyakit kronis seperti diabetes melitus, asma, serta penyakit jantung. Selain itu, CJH juga perlu menjaga pikiran dan ucapan selama menghadapi berbagai kondisi di rangkaian haji, seperti dituturkan oleh dr. Lailia, “Tuntutan fisik pada rangkaian ibadah haji yang wajib sangat tinggi dan berpotensi untuk membebani mental. Maka penting bagi jamaah haji untuk mengatur intensitas aktivitas fisik selama menjalani rangkaian ibadah haji agar stamina bisa tetap terjaga untuk melakukan ibadah wajibnya”. Sebagai penutup, dr. Christyaji Indradmojo, Sp. EM menyampaikan kepada para CJH bahwa pembekalan ini bertujuan untuk mempersiapkan CJH agar dapat menjalani ibadah haji secara mandiri, terlepas dari ada atau tidaknya fasilitas yang tersedia saat menjalani ibadah haji. Maka persiapan mental maupun fisik dalam masa tunggu adalah hal yang sangat penting.

9992_ibb.jpg
9991_kkk.jpg
9990_bpk.jpg

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up