Memiliki latar akademik dari sarjana Ekonomi Syariah (IAIN Sunan Ampel), magister Ilmu Ekonomi (Unpad), hingga doktor Manajemen (Unair), juga pernah mengikuti program sandwich di University of Queensland, Australia. Menjadi dosen adalah jalan pengabdian yang dipilih..." />
Memiliki latar akademik dari sarjana Ekonomi Syariah (IAIN Sunan Ampel), magister Ilmu..." />
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Momen bersejarah hadir di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang saat Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP. dilantik sebagai rektor perempuan pertama kampus tersebut. Pelantikan berlangsung di Kementerian Agama RI, Jakarta, pada 31 Juli 2025, dipimpin langsung Menteri Agama Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, MA.Sejak memulai karier sebagai dosen pada 1999, Prof. Ilfi yang akrab disapa “Bunda” itu menapaki berbagai jabatan strategis di kampus. Beliau pernah menjadi Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan dua periode, berhasil memperjuangkan pembangunan Kampus III melalui pendekatan PMU, efisiensi anggaran hingga Rp 83 miliar, serta penerapan remunerasi berbasis kinerja yang meningkatkan motivasi sivitas akademika.
Memiliki latar akademik dari sarjana Ekonomi Syariah (IAIN Sunan Ampel), magister Ilmu Ekonomi (Unpad), hingga doktor Manajemen (Unair), juga pernah mengikuti program sandwich di University of Queensland, Australia. Menjadi dosen adalah jalan pengabdian yang dipilihnya sejak muda. Setelah lulus S1, Beliau sempat ragu memilih Surabaya atau Malang sebagai tempat berkarier. Meski Malang saat itu masih berstatus STAIN, dukungan keluarga membuatnya mantap. Langkahnya tidak instan. Dari Ketua Pusat Studi, Wakil Dekan, hingga Wakil Rektor, semua jabatan beliau jalani dengan penuh dedikasi.
Posisi paling berkesan baginya adalah saat menjadi Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK). “Di situ ilmu S3 saya sangat terpakai. Antara teori manajemen SDM dan praktik nyata saling menguatkan. Saya belajar banyak bagaimana membina organisasi secara profesional,” kenangnya dikutip dari serulingmedia.Baginya, kepemimpinan bukan sekadar jabatan. Prof. Ilfi memegang tiga prinsip utama: memiliki visi besar, mampu mengimplementasikan gagasan, dan piawai mengelola risiko. Sertifikasi internasional dalam Human Resources Management (CAHRM) dan Risk Management (CRMP) semakin mengukuhkan kapabilitasnya sebagai akademisi sekaligus praktisi professional.
Sebagai rektor, Prof. Ilfi segera meluncurkan strategi rebranding digital kampus dan memperkuat layanan mahasiswa, dengan target yang ambisius, yakni agar semua program studi terakreditasi unggul dan minimal 80 % di antaranya memiliki akreditasi internasional pada 2029. Beliau juga menyatakan bahwa pentingnya sinergi tim, loyalitas, dan kebersamaan sebagai kunci percepatan transformasi universitas menuju internasional.
Sebagai rektor perempuan pertama, Prof. Ilfi menjadi simbol inklusivitas dan gaya kepemimpinan yang mengayomi. Beliau dikenal rendah hati, hangat, dan telaten serta dengan prestasi seperti menjaga opini WTP, Laporan Kinerja terbaik, hingga pengabdian sosial melalui pesantren dan koperasi ekonomis santri. Dalam dunia akademik, publikasi ilmiah rutin, riset strategis, serta keterlibatan di organisasi keagamaan memperkuat jejaknya sebagai figur visioner.Visinya sangatlah jelas, yaitu menjadikan UIN Maliki Malang sebagai universitas riset yang unggul akademik, spiritual kuat, dan inklusif. Beliau ingin menjadikan kampus sebagai pusat peradaban Islam modern, berjejaring internasional, dan berdampak sosial luas serta mahasiswa lulusannya dapat mengikuti perkembangan kebutuhan dunia industri. Dengan integrasi ilmu, spiritualitas, dan pengabdian, mereka Adalah mahasiswa generasi ulul albab yang diharapkan lahir di bawah kepemimpinannya. Prof. Ilfi memahami tantangan era digital dan globalisasi. Ia mendorong mahasiswa UIN Malang untuk bertransformasi, memanfaatkan layanan berbasis digital, serta membekali diri dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri. “Ilmu saja tidak cukup. Mahasiswa harus punya skill, spiritualitas, dan akhlak mulia. Itulah yang akan membentengi mereka di tengah arus globalisasi,” pesannya. (af)