UNIVERSITAS ISLAM MALIKI — UIN MALANG menggelar wisuda pada Sabtu, 27 September 2025 menjadi momen penuh haru dan kebanggaan bagi para wisudawan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Di antara para lulusan terbaik, dua wisudawati turut membagikan cerita perjuangan, rasa haru, serta pesan motivasi.
Nabila Yumna, wisudawati asal Ponorogo dari Program Studi PGMI, mengungkapkan bahwa hari wisuda meninggalkan perpaduan rasa senang dan sedih. “Senangnya karena akhirnya bisanya.Nabila menjelaskan bahwa tantangan terbesar selama masa skripsi muncul ketika semua siswa harus berjuang secara mandiri belajar sendiri, mencari informasi, hingga bertanya kepada teman tingkat akhir maupun dosen. Namun perjuangan itu terbayar tuntas hari ini. Ia juga menyampaikan pesan untuk siswa tingkat akhir, “Tetap semangat, jangan putus asa" Nabila menuturkan bahwa nasihat dari Ibu Rektor ucapnya.
Cerita penuh inspirasi juga datang dari Zairatul Husna, wisudawati asal Kediri dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. Ia mengaku sangat bangga dan bahagia karena dapat menghadirkan orang tua secara langsung dalam upacara wisuda. ungkapnya dengan senyum haru
Husna mengatakan bahwa tantangan terbesar justru datang di penghujung perjalanan studi mengerjakan skripsi bahasa Arab yang membutuhkan banyak pendalaman materi. Kunci keberhasilannya terletak pada kemampuan mengatur waktu secara disiplin. Ia juga berbagi pesan untuk mahasiswa akhir bahwa setelah badai pasti ada pelangi
Reporter : Amelia Dea Divanda



