MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Suasana khidmat dan penuh kebanggaan menyelimuti Wisuda Tahfidz Al-Qur’an yang digelar di Aula Gedung C UIN Malang pada Jumat (26/9). Acara ini menjadi momen sakral bagi para hafidz dan hafidzah yang berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an.
Wisuda ini turut dihadiri jajaran sivitas akademika, tokoh ulama, hingga Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur diana,M.Si. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan sekaligus penghargaan bagi para penghafal Al-Qur’an yang dianggap sebagai penjaga Kalamullah.
Dalam tausiyahnya, Dr. KH. Ahmad Nasich Hidayatulloh, M.Th.I menegaskan pentingnya apresiasi bagi para tahfidz. Ia menyebut bahwa tidak semua perguruan tinggi mampu memberikan penghormatan seperti yang dilakukan UIN Malang.“Banyak kampus yang lebih tua, tetapi tidak memfasilitasi dan mengapresiasi penghafal Al-Qur’an sebagaimana dilakukan UIN Malang.”ungkapnya.
Ia menambahkan, Al-Qur’an membahas banyak aspek kehidupan, mulai dari ekonomi, transaksi, hingga sejarah peradaban. Bahkan, kisah Firaun yang baru diteliti ilmuwan modern telah lebih dulu diterangkan dalam Al-Qur’an.
Menurut KH. Ahmad Nasich, keistimewaan seorang penghafal Al-Qur’an tidak dapat dibandingkan dengan apa pun. Ia menegaskan bahwa tidak ada yang bisa menggantikan anak yang menghafal Al-Qur’an. Para tahfidz bukan hanya mendapat apresiasi dari Allah, tetapi juga memikul amanah besar. Bahkan, hafalan Al-Qur’an diyakini mampu menentukan kedudukan seseorang di surga.
Wisuda tahfidz ini bukan hanya seremoni, melainkan bukti komitmen UIN Malang dalam melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Reporter: Faiqotul Himmah
Fotografer : Ibrahim Al Hanif



