AICIS+ 2025: Islam, Ekoteologi, dan Transformasi Teknologi Menuju Masa Depan Berkelanjutan
Abadi Wijaya Rabu, 29 Oktober 2025 . in Berita . 366 views
10276_aiciss.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY, Depok – Kementerian Agama RI kembali menggelar Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS+) 2025, konferensi bergengsi yang mempertemukan ilmuwan lintas disiplin dari berbagai penjuru dunia. Gelaran ke-24 ini berlangsung di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, pada 29–31 Oktober 2025, dengan mengusung tema besar “Islam, Ecotheology, and Technological Transformation: Multidisciplinary Innovations for an Equitable and Sustainable Future.”

Mengangkat isu-isu global terkini seperti ekoteologi, transformasi teknologi, dan keberlanjutan sosial, AICIS+ 2025 menghadirkan ruang diskusi terbuka bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai latar belakang untuk menggagas inovasi berbasis nilai-nilai Islam.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Prof. Amien Suyitno, menyampaikan bahwa AICIS+ tahun ini menjadi yang paling selektif sepanjang sejarah penyelenggaraannya.

“Tahun ini kami menerima lebih dari 2.400 abstrak dari 31 negara, namun hanya 230 yang diterima. Ini menunjukkan bahwa minat terhadap AICIS terus meningkat, sekaligus menandakan kualitasnya yang semakin kompetitif,” ungkap Amien dalam konferensi pers di Kampus UIII, Senin, 29 Oktober 2025.

Menurutnya, keberagaman partisipan dan topik penelitian yang dikirimkan menandakan reputasi AICIS yang semakin diakui di kancah internasional. “Ini merupakan capaian luar biasa. AICIS kini menjadi magnet akademik yang mempertemukan berbagai pemikiran lintas bangsa dan lintas disiplin,” tambahnya.

Tak hanya menjadi ajang ilmuwan kampus, AICIS+ 2025 juga menampilkan Riset Expo, sebuah inovasi baru yang memamerkan karya penelitian dari madrasah unggulan hingga perguruan tinggi.

“Nanti peserta bisa melihat langsung hasil riset anak-anak madrasah, misalnya tentang cara menjadi ibu yang tetap slim, atau minuman herbal yang membuat bapak-bapak awet muda. Semuanya hasil riset orisinal dan ilmiah,” terang Amien sambil tersenyum.

Ia menegaskan bahwa beberapa riset siswa madrasah sudah siap dipublikasikan di jurnal terindeks Scopus. “Ini menunjukkan bahwa madrasah kita sudah melahirkan peneliti-peneliti muda yang potensial dan inovatif,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UIII, Prof. Jamhari, menilai AICIS+ 2025 sebagai ajang kolaborasi ilmuwan lintas negara dan lintas agama.

“Pembicaranya tidak hanya dari kalangan Muslim, tetapi juga dari berbagai agama dan latar belakang lain. Peserta dan pembicara datang dari empat benua,” ujarnya.

Bagi Jamhari, AICIS bukan sekadar konferensi akademik, melainkan juga simbol diplomasi intelektual Indonesia. “Ini menjadi kesempatan bagi ilmuwan Indonesia untuk menampilkan karya dan pemikirannya di panggung dunia, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negara plural, toleran, dan terbuka terhadap perbedaan,” tuturnya.

Adapun sejumlah subtema yang akan dibahas meliputi Science and Technological Transformation, Ecotheology and Environmental Sustainability, Islamic Law and Eco-Feminism, Sustainable Economic System, hingga Peace Building and Humanitarian Crisis.

Tema-tema tersebut, kata Jamhari, menunjukkan keluasan cakupan AICIS tahun ini. “Isu-isu sosial, ekonomi, lingkungan, dan kemanusiaan dipadukan dengan nilai-nilai Islam, menjadikan konferensi ini wadah dialog multidisipliner yang membangun harapan masa depan umat dan dunia,” jelasnya.

Melalui AICIS+ 2025, Kementerian Agama berharap dapat memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan berbasis nilai Islam.

“Program ini juga mendukung visi Presiden dalam pembangunan SDM unggul. Kemenag berkomitmen mencetak generasi yang cerdas, berdaya saing global, dan berakhlak mulia,” tutup Amien.

Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, AICIS+ 2025 bukan hanya forum ilmiah, tetapi juga cermin kebangkitan pendidikan Islam Indonesia di era transformasi teknologi dan ekoteologi global.

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up