MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Pembelajaran Bahasa Arab di Indonesia dinilai masih terjebak dalam pola lama yang menekankan hafalan struktur dan bentuk tanpa pemahaman mendalam. Arief Rahman Hakim, M.Pd., dosen Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, menyerukan perubahan pendekatan melalui metode psikokognitif. Seruan ini disampaikan dalam Workshop Peningkatan Profesionalisme Guru Bahasa Arab yang digelar di Aula MAN 1 Jember pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UIN Malang dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Arab se-Kabupaten Jember. Workshop diikuti oleh puluhan guru dari berbagai madrasah di wilayah Jember dan berlangsung secara interaktif. Para peserta aktif berdiskusi serta mempraktikkan model pembelajaran baru yang dipandu langsung oleh Arief.
Pendekatan psikokognitif, menurut Arief, dapat diterapkan dalam empat keterampilan berbahasa: mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Ia mencontohkan penerapan melalui latihan pengulangan bermakna serta pengenalan variasi kalimat sederhana seperti perubahan dari “من هذا؟ هذا طالب” menjadi “من هذه؟ هذه طالبة”. Guru diharapkan mampu merancang pengalaman belajar yang mengubah proses sadar menjadi intuitif.
Para peserta workshop mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai pentingnya memahami aspek kognitif dalam pembelajaran Bahasa Arab. Mereka menyambut baik pendekatan psikokognitif sebagai solusi untuk meningkatkan efektivitas pengajaran dan membangkitkan semangat belajar siswa. Arief berharap para guru di seluruh Indonesia mulai beralih dari metode hafalan menuju pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman dan proses kerja otak.
Dengan pendekatan ini, Bahasa Arab diharapkan tidak lagi dipandang sebagai kumpulan kaidah yang harus dihafal, melainkan sebagai bahasa yang hidup dan menyenangkan untuk dipelajari. Transformasi ini diyakini dapat menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis dan membangun kepercayaan diri siswa dalam menggunakan Bahasa Arab secara aktif di kelas. (af)
Reporter: Muh. Noaf Afgani



