MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengunjungi Pondok Pesantren Darul Faqih pada Kamis, 16 Oktober 2025 untuk menggagas kolaborasi strategis dalam pengembangan pesantren berbasis eco-teologi melalui program pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi.
Kunjungan akademik yang berlangsung di Pondok Pesantren Darul Faqih Malang ini merupakan bagian dari tindak lanjut program prioritas universitas dalam bidang pendampingan pesantren. Rombongan FST yang terdiri dari dosen lintas program studi, yakni; Fisika, Kimia, Teknik Arsitektur, Teknik Sipil, dan Teknik Lingkungan dan disambut hangat oleh pimpinan pesantren untuk mendiskusikan peluang kolaborasi dalam menciptakan lingkungan pesantren yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.
Kunjungan ini menjadi penegasan atas komitmen UIN Malang untuk tidak hanya menjadi menara gading keilmuan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya komunitas pesantren. Dalam suasana diskusi yang penuh kekeluargaan, para dosen FST menyampaikan komitmennya untuk menghadirkan program pengabdian yang bersifat aplikatif dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Beberapa topik yang menjadi bahan diskusi meliputi rancangan eco-sanctuary pesantren, pengelolaan limbah dan air bersih, perancangan bangunan ramah lingkungan, hingga pemanfaatan energi alternatif. Melalui pendekatan multidisipliner, FST UIN Maliki berharap dapat membantu pesantren mengembangkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berwawasan ekologis, sejalan dengan nilai-nilai eco-teologi yang menjadi fokus universitas.
Kunjungan ini bukanlah akhir, melainkan titik awal dari sebuah kerja sama jangka panjang yang diharapkan dapat terjalin erat antara UIN Malang dan Pondok Pesantren Darul Faqih. Semua gagasan solutif yang muncul dalam diskusi akan dirumuskan menjadi sebuah program pengabdian masyarakat terpadu yang akan melibatkan partisipasi aktif dari mahasiswa dan dosen FST.
Melalui sinergi antara ilmu pengetahuan modern dan nilai-nilai luhur pesantren, kolaborasi ini diyakini akan melahirkan sebuah model percontohan (pilot project). Model ini diharapkan dapat direplikasi oleh pesantren-pesantren lain, menunjukkan bagaimana institusi pendidikan tinggi dapat berperan nyata dalam memperkuat kapasitas lingkungan pesantren sekaligus membangun masyarakat yang lebih berdaya dan berkelanjutan. (af)
Reporter: Muh. Noaf Afgani



