MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Momen istimewa terjadi pada Wisuda ke-89 Periode V Tahun 2025 yang digelar di Gedung Jenderal H. M. Soeharto UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, pada Sabtu, 04 Oktober 2025. Salah satu peserta wisuda kali ini adalah Dr. K. H. Irfan Yusuf Hasyim, M.M., Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, yang berhasil menuntaskan studi doktoralnya di Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Malang.
Dalam sambutannya, Dr. K. H. Irfan Yusuf Hasyim menyampaikan rasa syukur sekaligus pesan motivatif kepada para wisudawan. “Bagi saya pribadi, perjuangan itu berat. Saya menempuh kuliah dari seluruh penjuru Indonesia Raya. Saya tidak membutuhkan ijazah untuk mengejar apapun. Pertama tentu saya mengejar ilmu yang saya peroleh, dan yang kedua, saya ingin memberi semangat dan contoh kepada anak-anak saya untuk terus belajar,” ujarnya disambut tepuk tangan hangat.
Menteri Irfan juga mengungkapkan kekagumannya terhadap sistem pendidikan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, khususnya peran Ma’had Al-Jami’ah yang menjadi ciri khas kampus. “Hal yang istimewa dari UIN Malang adalah keberadaan Ma’had Al-Jami’ah. Dari 800 wisudawan, 437 merupakan lulusan pesantren. Jika ditambah dengan mahasiswa Ma’had, maka hampir seluruh lulusan UIN Malang adalah santri,” ungkapnya.
Selain menyampaikan apresiasi, Dr. K. H. Irfan Yusuf Hasyim juga berpesan agar para lulusan mampu mengambil peran strategis di tengah masyarakat. “Kami ingin para santri dan wisudawan ini memiliki posisi penting dan peran nyata di seluruh Indonesia. Terakhir, untuk para wisudawan yang berbahagia hari ini, ada yang lebih berbahagia, yaitu mereka yang menunggu,” tuturnya dengan senyum penuh makna.
Kehadiran Menteri Haji dan Umrah yang juga menjadi bagian dari wisudawan kali ini menambah kebanggaan bagi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Momen tersebut menjadi bukti bahwa kampus berlogo Ulul Albab ini tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga melahirkan pemimpin bangsa yang berilmu, berakhlak, dan berkomitmen terhadap pengabdian untuk umat.
Reporter: Nafiska Sayekti Ariyani



