MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Tuan rumah Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Nusantara Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel tahun 2026 mendatang adalah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Persiapan KKN dilakukan dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan pada tanggal 06 - 08 Oktober 2025 di Hotel Amaris Ponorogo. Peserta FGD adalah Ketua LPPM, Sekretaris, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kepala Pusat Penelitian dari 9 kampus Ex. Sunan Ampel. Yaitu UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, UIN Mataram, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, UIN Kiai Haji Achmad Shidiq Jember, UIN Kia Ageng Muhammad Besari Ponorogo, UIN Syeh Wasil Kediri, UIN Madura. Tema yang diusung “Ekoteologi dan Moderasi Beragama dalam Dinamika Kampung Pekerja Migran: Membangun Resiliensi Spritual, Sosial, dan Lingkungan".
Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UIN Ponorogo Prof H Luthfi Hadi Aminuddin, M.Ag. Dalam sambutan beliau mengapresiasi kegiatan ini dan berharap memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. “Tujuan kegiatan ini untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman dalam mengelola dan melaksanakan pengabdian. Sinergi kegiatan pengabdian bersama-sama akan memberi warna yang berbeda, memperkuat wawasan, merawat sejarah dengan baik, dan kedepan akan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian lebih luas” tegasnya. Setelah pembukaan kegiatan dilanjut dengan penandatangan kesepakatan bersama oleh Ketua LPPM PTKIN.Persemakmuran.
Ketua LPPM Dr. Nur Kolis M.Ag dalam sambutannya menjelaskan bahwa tujuan dilaksanakan FGD untuk menghasilkan roadmap dan bentuk program kerja sesuai dengan tema yang diusung. “Tujuan FGD hari ini untuk update buku pedoman agar bentuk kegiatan dan program kerja sesuai tema yang diusung. FGD akan diisi dengan diskusi berbagi pengalaman tentang pengelolaan program pengabdian yang sesuai dengan karakteristik dan tingkat kebutuhan masyarakat desa yang akan ditempati KKN” ujarnya.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Dr. Dewi Iriani, M.H dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan FGD ini sangat penting untuk mempersiapkan even KKN kolaborasi 9 kampus, “buku pedoman yang sudah disepakati nantinya akan dijadikan panduan dalam menyusun program kerja di lapangan. UIN Ponorogo sebagai tuan rumah kegiatan akan berusaha melaksanakan kegiatan pengabdian yang terbaik dan maksimal agar sesuai tujuan dan harapan semua pihak” tegasnya.
Pemateri utama dalam kegiatan FGD ini adalah Prof. Ngainun Naim Ketua LPPM UIN SATU Tulungagung. Ia menjelaskan tentang sejarah KKN Persemakmuran Ex. Sunan Ampel. “KKN Kolaborasi Nusantara Persemakmuran ini bermula dari semangat mengenang sejarah perjalanan panjang kampus IAIN Sunan Ampel, dan kita semua yang hadir ini bagian dari perjalanan sejarah tersebut. Semangat ini kita wujudkan salah satunya dalam bentuk pelaksanaan KKN kolaborasi untuk merawat ukhuwah yang selama ini sudah terjaga dengan baik” Tegasnya. Pria yang mengemban amanah sebagai Ketua Forum LPPM PTKIN juga menjelaskan tentang manfaat kegiatan, bentuk sinergi keilmuan, penguatan jaringan antar kampus, dan kisi-kisi buku pedoman.
Pemateri kedua adalah Dr. Syaiful Mustofa mantan Kapus Pengabdian dan Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Prodi Pendidikan Bahasa Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, ia menjelaskan buku pedoman yang digunakan UIN Malang pada pelaksanaan KKN Persemakmuran tahun 2023 lalu. Materi meliputi tentang pemetakan pasalah & potensi desa, fakta sosial KKN, harapan masyarakat & desa, sikap penting mahasiswa KKN, apa yang harus dilakukan DPL, program kerja, pembekalan materi KKN, laporan/tagihan KKN, dan tindak lanjut kegiatan.
Antusiasme peserta FGD begitu terasa sepanjang kegiatan. Mereka mengikuti materi dengan penuh semangat. “Hari pertama pembukaan dan materi kegiatan FGD saja sudah luar biasa, semoga pada hari kedua peserta semakin bersemangat ketika diskusi,” kata salah seorang panitia.
Kegiatan FGD ini menjadi langkah nyata UIN Ponorogo dalam mempersiapkan pelaksanaan KKN Kolaborasi Nusantara Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel tahun 2026 mendatang.
Dengan berakhirnya FGD ini, UIN Ponorogo menegaskan kesiapan menjadi tuan rumah KKN Kolaborasi Nusantara Persemakmuran 2026. Hasil rumusan bersama ini diharapkan melahirkan model pengabdian masyarakat yang lebih aplikatif, kolaboratif, dan berdampak luas. Keterlibatan UIN Malang sebagai pemberi materi kunci memperkuat posisinya sebagai kampus rujukan dalam hal pengabdian masyarakat. Hal ini sekaligus meneguhkan kontribusi UIN Malang dalam membangun tradisi akademik yang responsif terhadap dinamika masyarakat. (af)
Kontributor: Saiful Mustofa, Muh. Noaf Afgani



