Prof. Indah: Perlunya Screening Khusus Gangguan Komunikasi
Iffatunnida Kamis, 30 Oktober 2025 . in Berita . 252 views
10297_profindah.jpg


MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Makin maraknya kesadaran mengenai Pendidikan inklusif di berbagai institusi, makin luas pula kesempatan bagi para penyandang disabilitas dalam menempuh kebutuhan akademis di semua level. Sebagai salah satu pembicara dalam Seminar dan Konferensi Nasional Ulama Perempuan Indonesia (Kamis, 30 Oktober 2025) di Rumah Singgah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kampus 2, Prof. Dr. Rohmani Nur Indah, M.Pd. khusus membahas adaptasi pedagogik dalam Pendidikan Inklusif.
Sebagai dosen pada bidang Psikolinguistik di Fakultas Humaniora UIN Malang, Prof. Indah sering menemukan mahasiswa-mahasiswa dengan hambatan yang kurang mendapat perhatian pihak kampus. Yang ia maksud ialah mereka yang mengalami gangguan dalam interaksi sosial. “Tidak ada skrining khusus bagi mahasiswa atau calon mahasiswa yang memiliki hambatan dalam berkomunikasi,” jelas wanita kelahiran Malang ini.
Akhirnya, para dosen di kelas lah yang harus menghadapi berbagai macam kejutan saat berinteraksi langsung dengan mahasiswa yang memiliki kesulitan komunikasi. Beruntung jika itu terjadi di kelas dengan dosen yang memahami tipe-tipe gangguan komunikasi. Namun, jika dosen tidak memiliki pengetahuan yang memadai, “Mahasiswa itu akan dianggap tidak sopan karena kalimatnya yang tidak sesuai standar.”
Prof. Indah juga menuturkan, hambatan komunikasi tidak bisa diabaikan mengingat munculnya kasus gagalnya mahasiswa berkebutuhan khusus menuntaskan studinya. “Hal ini dikarenakan mereka tidak mendapatkan pendampingan untuk mendukung kelancaran proses akademik,” imbuhnya.
Skrining akan mudah dilakukan jika ada kerjasama dengan pihak wali mahasiswa. “Jika orang tua jujur atau aware sejak awal jika ada gangguan pada anaknya, tentu kampus akan memberikan penanganan khusus,” ujar Prof. Indah.
Berdasarkan hasil riset yang ia lakukan, sebagian besar dosen sangat peka terhadap kondisi tersebut. Terbukti dengan hasil kompetensi kognitif, kepekaan, dan persepsi yang berada di kategori optimal dan prima. “Mereka beranggapan bahwa menghadapi mahasiswa dengan hambatan pragmatis, misalnya yang dialami penyandang Asperger syndrome, adalah ‘media’ belajar, sehingga mereka mampu merancang situasi pembelajaran yang lebih kondusif,” papar Ibu dari tiga orang putra tersebut.
Dalam refleksi pembelajaran yang juga ia lakukan sebagai bagian riset, para dosen menyatakan bahwa dukungan universitas sangat dibutuhkan. Pengetahuan para pendidik di UIN Malang dinyatakan siap menuju praktik pendidikan yang komprehensif dan mendukung beragam kebutuhan mahasiswa. “Kita tentu optimis bahwa kampus tercinta ini akan memaksimalkan sarana-prasarana untuk mewujudkan pendidikan inklusif,” simpulnya.

 

 

(INFOPUB)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up