Daftar Penulis: Iffatunnida


PPB INGIN RISET APLIKATIF UNTUK UPGRADE KUALITAS
Rabu, 14 Oktober 2020 . in Berita . 161 views
2987_ppb.jpg

GEMA-Tim pengajar di Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) mendapat kesempatan dalam penelitian kompetitif yang diamanahkan oleh Project Management Unit (PMU) UIN Malang. Dalam program ini, beberapa tim dosen akan didanai khusus untuk melakukan proyek pendidikan tersebut. Direktur PPB, Dr. M. Abdul Hamid menyambut baik niat PMU karena ia yakin, nantinya hasil riset akan berguna bagi peningkatan kualitas belajar-mengajar di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, khususnya bagi mata kuliah bahasa asing (12/10).
Ia menjelaskan bahwa PMU mendapat amanah dari The Saudi Fund for Development (SFD) untuk mendistribusikan dana penelitian di internal kampus. “Alhamdulillah, PPB mendapat dana penelitian yang selama ini memang kami perjuangkan untuk dosen-dosen Bahasa Arab dan Inggris,” tutur Hamid.
Nantinya, akan ada 10 penelitian yang akan didanai. Pihak PPB berharap agar penelitian yang dilakukan para dosen memuat segala hal yang aplikatif untuk pengajaran bahasa asing. “Kami tidak mau penelitian yang topiknya terlalu umum dan tidak memberi kontribusi apapun untuk PPB dan UIN Malang,” tegasnya.
Tak hanya dana penelitian, direktur PPB juga menyatakan, pihaknya mendapat dana khusus untuk pengembangan media pembelajaran. Alokasi dana ini akan digunakan untuk membuat media berupa video dan aplikasi yang pastinya akan digunakan dalam pengajaran bahasa asing, di bawah kendali PPB. “Ini benar-benar suatu hal yang patut kami syukuri karena kampus melalui PMU memberi kesempatan yang sangat besar bagi PPB untuk meningkatkan kualitas belajar-mengajar bahasa asing,” tutup Hamid. (nd)

Lebih Lanjut »
TIDAK SEMUA PENCURI BERSALAH
Rabu, 14 Oktober 2020 . in Berita . 81 views
2983_saiful1.jpg

GEMA-Menanggapi konten orasi ilmiah Prof. Dr. Saifullah, SH., M.Hum., Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. memberikan beberapa contoh yang terjadi pada zaman Rasulullah saw., Rabu (14/10). Dalam salah satu sabdanya, Nabi Muhammad saw bahkan mengumumkan ia akan menghukum siapa saja yang bertindak kriminal, termasuk putri kesayangannya sekalipun. Hal ini dilakukan agar tanggung jawabnya kepada Allah swt. sebagai seorang pemimpin di masa itu dapat dilaksanakan. Pasalnya, menjadi pemimpin bukan berarti memberikan hak istimewa bagi orang-orang yang dikehendaki saja, namun menerapkan keadilan kepada seluruh rakyat.
Kisah lain yang dituturkan oleh Prof. Haris ialah yang terjadi di zaman Khalifah Umar. Di saat itu, ada salah satu rakyatnya yang dibawa ke hadapannya karena mencuri. Bukan lantas menghukum, Khalifah Umar justru membebaskan si Pencuri. Menurutnya, pencuri tidak selalu bersalah. “Justru beliau menganggap ini kesalahannya sebagai pemimpin karena membiarkan rakyatnya berbuat kriminal hanya demi sesuap makanan,” tuturnya. (nd)

Lebih Lanjut »
STOP INTERVENSI HUKUM UNTUK KEADILAN SEMPURNA
Rabu, 14 Oktober 2020 . in Berita . 72 views
2984_saiful2.jpg

GEMA-Mengawali orasi ilmiah pengukuhan gelar guru besarnya, Prof. Dr. Saifullah, SH., M.Hum. memberikan satu pertanyaan besar. Mengapa banyak ketidakadilan di Indonesia? Ini berkaitan dengan begitu banyaknya kasus peradilan di Indonesia yang tidak tuntas ataupun tuntas dengan begitu banyak cacat. Setidaknya ada dua hal yang mengintervensi penyelesaian praktik peradilan di Indonesia, yakni politik dan ekonomi. Kedua faktor ini sering dicampuradukkan dalam penyelesaian hukum sehingga tak jarang keadilan hampir mustahil diwujudkan, Rabu (14/10).
Dengan pencampuran politik dalam penetapan keadilan, kata Prof. Saifullah, kualitas hukum menjadi tidak sempurna. Begitu banyak pihak yang merasa berkepentingan memasukkan pengaruhnya pada sistem peradilan negara. “Hal ini membuat hukum yang seharusnya memberi keadilan, jadi timpang,” jelas Bapak kelahiran Provinsi Kalimantan Timur ini.
Hal lain yang menyacatkan hukum ialah faktor ekonomi. Karena tidak ingin diribetkan dengan proses hukum, ada saja pihak yang memakai finansial untuk menyelesaikan kasus di luar prosedur. Keadaan ini menguntungkan pihak yang memiliki dana besar dan merugikan rakyat kecil yang murni pasrah terhadap lembaga hukum.

2985_saiful3.jpg


Karenanya, sebelum menutup orasi ilmiah, profesor Bidang Ilmu Hukum di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini pun menganjurkan agar menilik kembali Hukum Islam. “Nilai-nilai Islam itu universal dan tidak berpihak, bahkan ia netral untuk agama apapun,” ujar peraih gelar doktor dari Universitas Diponegoro, Semarang tersebut. (nd)

Lebih Lanjut »
KELOLA DANA KEMATIAN, MAHASISWA FE RAIH PRESTASI
Rabu, 30 September 2020 . in Berita . 178 views
2974_presfe.jpg
KETIGA mahasiswa Fakultas Ekonomi ini meraih prestasi Karya Ilmiah Terbaik tingkat nasional

GEMA-Siapa sangka, dengan membantu masyarakat dalam mengelola dana kematian di desa, tim mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) berhasil meraih gelar membanggakan. Mereka tergabung dalam Sharia Economic Student Community (SESCOM), yaitu Zanuba, Wahab, dan Mirta. Dalam Temu Ilmiah Nasional ke-19 yang dihelat Kelompok Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang (KSEI FE UNP) pada 24 hingga 29 Agustus lalu, tim UIN Malang meraih gelar Penulis Karya Ilmiah Terbaik Tingkat Nasional.
Wahab menyatakan, pembahasan timnya masuk dalam sub tema Manajemen Keuangan Masjid. Karya mereka berjudul “Optimalisasi Pengelolaan Dana Kematiaan Jamaah Masjid dalam Konsep Asuransi Jiwa Syariah (Studi Kasus di Masjid Jami’ At-Taqwa, Desa Gununggronggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang)”.
Ia menjelaskan, karya itu terinspirasi saat melakukan Kuliah Kerja Mahasiswa di desa tersebut. Berawal dari percakapan dengan takmir masjid, ia mengetahui dana kematian yang terkumpul sangat besar. “Ada sekitar Rp. 85.000.000 yang dikelola oleh masjid,” ucapnya.
Selanjutnya, bersama Mirta, ia mewawancara pengelola dana tersebut untuk menggali data yang lebih akurat. Mereka menyimpulkan bahwa dana tersebut berpotensi untuk dikembangkan. “Contohnya saja untuk pengobatan jamaah yang sakit,” imbuh Mirta.
Zanuba pun menawarkan solusi berupa penerapan konsep asuransi jiwa syariah berbasis masjid (takaful masjid). Melalui konsep ini, iuran peserta atau premi yang dibayarkan akan lebih jelas rinciannya. “Jamaah masjid juga bisa mengajukan pencairan dana untuk pengobatan, biaya pasca kecelakaan, dan lainnya,” jelasnya. (*/nd)

Sumber: Fadil

Lebih Lanjut »
SENAT UIN MALANG RESMIKAN RIP KAMPUS
Rabu, 30 September 2020 . in Berita . 154 views

 

2973_ripp.jpg

GEMA-Sidang senat untuk pembahasan dan pengesahan Rencana Induk Pengembangan (RIP) tahun 2021-2045 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dihadiri para pimpinan dan anggota senat, Rabu (30/9). Bertempat di Ruang Rapat Senat Gedung Rektorat lt.4, agenda tersebut dibuka oleh Ketua Senat Prof. Dr. A. Muhtadi Ridwan. Ia mengajak seluruh yang hadir untuk menelaah dan mengkritisi isi RIP. Pedoman yang dipakai ialah sinergitas antara RIP dengan renstra (rencana strategis) kampus, Diktis, dan Kementerian Agama. "Ini semua untuk tahapan penyempurnaan dan masukan agar RIP sesuai dengan yang diharapkan," paparnya.
Prof. Muhtadi menjelaskan, RIP ibaratnya sebuat impian yang dimiliki seseorang. Untuk menggapai impian itu, maka dibutuhkan renstra yang berupa program-program. “Jadi renstra itu lebih detil,” imbuhnya.
Ia melanjutkan, RIP ialah terjemahan visi-misi dan nilai budaya yang dikembangkan kampus. Ia pun menjadi acuan untuk menyusun renstra di tingkat fakultas dan jurusan. Renstra yang nantinya telah disusun di setiap level, menjadi pijakan pembangunan yang berkelanjutan.
Pasca penyempurnaan RIP dalam rapat senat ini, Prof. Muhtadi ingin agar tiap fakultas segera merevisi sesuai petunjuk. “RIP akan dievaluasi setidaknya lima tahun sekali untuk menyesuaikan proses tata kelola sesuai dengan kondisi,” ujarnya. (aj/nd)

Lebih Lanjut »
KERJASAMA FE DAN PT NUTRIFOOD INDONESIA
Selasa, 29 September 2020 . in Berita . 95 views
2971_femou.jpg

GEMA-Fakultas Ekonomi (FE) tetap memperluas kerjasama meski di masa pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease). Kali ini mereka menggandeng PT. NUTRIFOOD Indonesia, perusahaan yang memproduksi minuman kesehatan. Produk-produk mereka yang sangat dikenal masyarakat Indonesia di antaranya Nutrisari, HiLo, dan Tropicana Slim. Naskah kerjasama ditandatangani oleh Dekan FE Dr. Nur Asnawi dan perwakilan perusahaan yaitu Vito Dwiki Jhalu Adjie (Customer Development Associate Area Jawa Timur) dan dilakukan langsung di kantor PT. NUTRIFOOD Indonesia, Jakarta, Rabu (23/9).
Vito menuturkan, dalam naskah kerjasama tersebut tertulis harapan dari kedua belah pihak untuk segera direalisasikan demi kebaikan bersama. Karena masa pandemi, maka beberapa kegiatan yang direncanakan akan berjalan daring, baik itu melalui aplikasi Zoom, Google Meet, dan lainnya. “Dan kami juga berharap kerjasama dengan UIN Malang ini berkelanjutan di masa mendatang,” tambah Vito.
Dekan FE, Dr. Nur Asnawi optimis bahwa kerjasama yang digagas ini akan meningkatkan reputasi kelembagaan fakultasnya. Dengan menambah kerjasama dengan perusahaan terkemuka, akan ada hal yang menguntungkan kedua pihak. “Kerjasama ini juga akan menjadi spirit sivitas akademik Fakultas Ekonomi untuk menjadi yang terdepan,” paparnya.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama FE Prof. Dr. Achmad Sani juga menyambut baik program kerjasama ini. Usaha ini ialah salah satu realisasi networking dengan dunia usaha terkemuka di Indonesia. Akan ada banyak program dari PT. NUTRIFOOD Indonesia, Jakarta yang bisa diikuti sivitas akademik FE, seperti Nutrifood Leadership, Nutrifood Award, Nutrifood Research, dan Nutrifood Health. Selain itu, perusahaan tersebut juga membuka kesempatan bagi mahasiswa FE untuk magang, mengikuti seminar dan konferensi di PT. NUTRIFOOD Indonesia. “Semua program ini akan berimbas baik untuk meningkatkan reputasi FE,” jelas Prof. Sani. (*/nd)

Sumber: Prof. Dr. Achmad Sani

Lebih Lanjut »
EDUKASI PENTING BAGI MASYARAKAT TENTANG COVID-19
Rabu, 23 September 2020 . in Berita . 103 views
2967_wen.jpg

GEMA-Ditetapkannya pesantren sebagai cluster baru penyebaran Covid-19 (Corona Virus Disease) di Indonesia tentu menjadi concern bagi pemerintah. Melalui webinar yang diselenggarakan Halal and Thoyyib Center (HTC) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Ditjen Pendis Kemenag, Suwendi menegaskan bahwa pesantren harus memiliki edukasi yang memadai untuk menanggulangi Covid-19, Rabu (23/9).
Edukasi yang bisa diberikan ialah bagaimana masyrakat harus mengubah gaya hidup selama masa pandemi. Hingga saat ini, masih banyak orang yang tidak sepenuhnya menyadari pentingnya untuk tetap selalu higienis. Seperti menggunakan masker dengan benar dan membawa hand sanitizer. “Kita tidak sadar, segala hal yang kita pegang itu bisa saja jadi perantara banyak penyakit, termasuk Covid,” tutur Suwendi. Membawa hand sanitizer, menurutnya, sangat diperlukan karena kita tidak selalu punya akses untuk mencuci tangan dengan air.
Suwendi mengapresiasi HTC UIN Malang dengan mengadakan webinar yang memberikan edukasi terutama kepada mereka yang mengelola pesantren. Tak hanya itu, salah satu materi yang diberikan juga menurutnya sangat bermanfaat, yakni membuat hand sanitizer dengan bahan-bahan yang sudah ada di sekitar kita. “Ilmu mahal seperti ini kita apresiasi karena HTC UIN Malang bersedia membagikannya dengan gratis untuk kepentingan kita semua,” ujarnya. (nd)

Lebih Lanjut »
JADIKAN OBJEK AGAR TIDAK PUNAH
Selasa, 22 September 2020 . in Berita . 111 views

 

2968_irr.jpg

GEMA-Setelah mengisi workshop khusus bagi calon guru besar di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Irwan Abdullah mengisi seminar yang diprakarsai Pusat Studi Sosial Budaya di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Selasa (22/9). Seminar terbatas tersebut fokus pada kearifan sosial budaya Indonesia sebagai topik penelitian. Peserta seminar yang bertempat di Aula Gedung Rektorat lt. 5 itu ialah para dosen UIN Malang dari berbagai program studi.
Prof. Irwan menuturkan tidak sulit menemukan objek penelitian di Bidang Sosial Budaya selama calon peneliti peka. Pasalnya, banyak yang merasa, tidak ada kearifan lokal yang bisa dijadikan objek penelitian. Ada beberapa kearifan lokal di sekitar kita yang bisa dijadikan topik penelitian.
Etika dan hukum yang berlaku di suatu komunitas, menurut Prof. Irwan, sangat menarik untuk dibahas. Karena walau di area yang sama, bisa jadi ada beberapa macam komunitas yang juga berimbas pada perbedaan hukum. Calon peneliti juga bisa menggali informasi dari kelembagaan sosial atau adat di suatu wilayah. Tak hanya itu, falsafah hidup yang dipegang komunitas tertentu juga dapat dijadikan topik riset. “Selain itu, ada juga sumber-sumber tertulis seperti kitab yang dijadikan pedoman. Jangan biarkan kitabnya sampai rusak tanpa diteliti,” papar profesor asal Aceh ini.
Dengan menjadikannya sebagai topik penelitian, kearifan lokal di suatu daerah akan tetap terjaga. Karena, ada dokumentasi tertulis yang membahas kebudayaan tersebut sehingga dapat dipelajari oleh generasi selanjutnya.
Seminar yang dibatasi untuk 100 peserta ini merupakan salah satu rangkaian Dies Maulidiyah UIN Malang yang ke-59. Tahun ini, pihak kampus mengusung tema Revolusi UIN Maliki Malang Menuju Smart Islamic University. (nd)

Lebih Lanjut »
JANGAN PULANG SEBELUM TULISAN RAMPUNG
Senin, 21 September 2020 . in Berita . 165 views
2959_gubesss.jpg

GEMA-Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) memulai pembekalan para calon profesor di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin (21/9). Sebanyak 20 dosen bergelar doktor masuk dalam gelombang pertama Bimtek Penulisan Artikel Jurnal Bereputasi Internasional. Sebelum dikirim ke Yogyakarta untuk dilatih lebih intensif lagi, mereka mendapatkan materi awal di kampus. Guru besar dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Prof. Dr. Irwan Abdullah pun didatangkan.
Selama seminggu nantinya di Yogyakarta, Prof. Irwan menegaskan, seluruh calon profesor harus siap menyusun dua artikel ilmiah sekaligus. Pada prosesnya, mereka harus menghasilkan setidaknya satu artikel yang siap dikirimkan ke jurnal Scopus. “Tidak boleh pulang kalau artikelnya belum selesai,” tegas Guru Besar Bidang Ilmu Antropologi tersebut.
Menurutnya, menulis adalah proses sistematis. Ia tidak bisa dilakukan dengan terburu-buru atau instan. Ada beberapa proses yang harus dilalui sebelum sebuah artikel itu dikatakan jadi. Bahkan ditolak oleh redaktur jurnal pun adalah proses. “Tidak boleh malu kalau artikelnya ditolak, apalagi putus asa dan berhenti menulis,” pesannya.
Ia mengungkapkan, ada satu hal krusial yang membuat sebuah artikel ditolak oleh jurnal terindeks Scopus. Yakni, tidak adanya transparansi data. “Data sendiri setidaknya ada tiga, tergantung mana yang kita tulis di metode penelitian,”ujar Prof. Irwan.
Ia memaparkan lebih lanjut tentang tiga data itu. Pertama, penulis lupa menuliskan hasil wawancara dalam kutipan di bodi artikel. Kedua, hasil observasi langsung tidak dimasukkan, entah itu berupa foto atau narasi. Terakhir, apa yang dibaca dalam sumber rujukan tidak dikutip dalam artikel kita. “Kalau hal-hal ini tidak ditulis, artikel akan dikira hasil karangan,” jelasnya. (nd)

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up