Daftar Penulis: Iffatunnida


UIN MALANG-IAIN SURAKARTA SHARING PERSIAPAN AKREDITASI
Kamis, 18 Oktober 2018 . in Berita . 40 views
1660_iain-surakarta.jpg

GEMA-Untuk mempersiapkan borang akreditasi institusi, IAIN Surakarta berkunjung ke UIN Malang. Rombongan asal Jawa Tengah ini terdiri dari para wakil rektor, kepala biro, ketua unit, dan seluruh staf yang terkait dengan urusan akreditasi, Kamis (18/10).
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Surakarta Dr. H. Abdul Matin bin Salman, Lc. M.Ag menyatakan, timnya ingin total menyiapkan segala berkas penilaian institusinya. Karenanya, ia memboyong hampir seluruh stafnya untuk bersama belajar menyusun borang yang menjadi bagian terpenting asesmen.
Pihak IAIN Surakarta, lanjutnya, tentu ingin mendapat predikat sempurna seperti yang diraih UIN Malang. “Kampus ini representatif untuk menjadi tempat belajar terkait persiapan dan penyerahan berkas ke BAN-PT,” jelasnya.
Para tamu dari IAIN Surakarta disambut oleh plt Ketua Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Dr. Muhtadi Ridwan di Kantor LPMP Rektorat Lt.5. Ia menjelaskan, sistem tematik yang tertuang dalam ISO-2015 menjadi patokan UIN Malang.
Tak lupa ia mengingatkan agar setiap institusi sadar bahwa akreditasi merupakan masa muhasabah. Sebagai institusi pendidikan, sudah sepantasnya sebuah kampus mengevaluasi segala kinerja termasuk layanan yang telah dilakukan. “Semoga kegiatan sharing semacam ini memberi ilmu bagi kedua pihak untuk memperbaiki diri menuju persiapan akreditasi kampus,” ujarnya. (kh/nd)

Lebih Lanjut »
PROF. HARIS: BERHARAP PENDIDIKAN MA’HAD 4 TAHUN
Kamis, 18 Oktober 2018 . in Berita . 58 views
1659_forum-mahad.jpg

GEMA-UIN Malang mengundang para mudir ma’had di bawah naungan PTKIN dalam Seminar Manajemen Tata Kelola dan Kurikulum Ma’had al Jami’ah, Rabu (26/9). Acara yang berlangsung di Aula Rektorat Lt. 5 tersebut juga dihadiri oleh Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. Tampak pula Dr. Isroqunnajah, mantan mudir Ma’had al Jami’ah UIN Malang yang kini menjabat Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama.
Dalam sambutannya, Prof. Haris masih menekankan bahwa tujuan adanya ma’had di kampus tak hanya sekadar integrasi keilmuan. Namun juga, untuk menghasilkan insan masa depan yang berilmu sekaligus taat beragama. “Kita tentu ingin menghasilkan kiai atau ulama yang juga ahli di bidang lain seperti Kimia, Fisika, Kedokteran, dan lainnya,” jelas rektor asal Lamongan ini.
Karenanya, lanjut Prof. Haris, program setahuan dan dua tahun di ma’had tentu kurang mencukupi. Ia berharap, dengan adanya pengelolaan yang baik, suatu saat pendidikan ma’had dapat ditempuh selama empat tahun. “Jadi ketika wisuda, mereka tidak hanya mendapat gelar sarjana ilmu umum, tapi juga agama,” tuturnya. (ptt/nd)

Lebih Lanjut »
ICGT KE-9: MENJAGA HARMONISME LINGKUNGAN
Kamis, 18 Oktober 2018 . in Berita . 30 views
1658_greentech.jpg

GEMA-The 9th International Conference on Green Technology (ICGT) kembali mempertemukan para ahli yang concern dalam pemecahan masalah lingkungan, Rabu (17/10). Bertema Eco-Friendly Science and Technology for Better World, acara dihelat di area Gedung Rektorat. Panitia menghadirkan beberapa pembicara utama, di antaranya Prof. Shin-Ichi Tate Ph.D. (Hiroshima University) dan AR. Joseph Michael Wspina (University of San Carlos, Filipina).
Selain berfokus pada masalah di lingkungan sekitar, ICGT juga ditujukan untuk menjawab urgensi inovasi sains dan teknologi yang tak hanya baik bagi manusia. Namun juga baik bagi lingkungan itu sendiri. Diperlukan lokalitas dan kebijaksanaan agar teknologi yang dihasilkan ramah lingkungan dan terjangkau untuk semua kalangan.
Acara dibuka oleh Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. Ia menyampaikan bahwa sivitas akademik UIN Malang terus berinovasi untuk mengaktifkan gerakan go green in campus. Sehingga nantinya, kampus akan menjadi inspirasi bagi institusi lain untuk menerapkan sistem yang ramah lingkungan.
Ia menambahkan, “Urgensi konferensi ini ialah untuk memberikan pemahaman terhadap relasi sains dan teknologi serta penjagaan harmonisme ekologi atau lingkungan hidup kita.” Dengan beragam temuan hasil pemikiran para cendekiawan di bidang teknologi, diharapkan mampu memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi orang lain.
Fakultas Sains dan Teknologi, lanjut Prof. Haris, diharapkan mampu menjadi pionir dalam pengembangan keilmuan sains dan teknologi. Tentu dengan tujuan untuk menjaga keberlangsungan bumi yang lebih baik. (mir/ptt/nd)

Lebih Lanjut »
PROF. EUIS: EDITING PROCESS JURNAL BUTUH TELITI
Jumat, 28 September 2018 . in Berita . 127 views
1634_euis.jpg

GEMA-Sesi lain dalam workshop dan studi banding di Jurnal Al Jami’ah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta diampu oleh Prof. Euis Nurlaelawati, MA. Materi fokus pada editing and reviewing yang menjadi salah satu proses penting dalam penerbitan jurnal, Jumat (28/9).
Ia menyatakan, banyak sekali editor yang kurang teliti atau bahkan ngawur dalam mengoreksi artikel. Karena kurangnya manajemen waktu, editor akhirnya mengece artikel ala kadarnya. “Padahal tugas ini sangat krusial. Harus dicek dan recheck,” imbuh Guru Besar Ilmu Hukum tersebut.
Tak hanya mengedit sesuai gaya selingkung jurnal, tugas lain ialah memastikan bahwa argumen penulis sudah sesuai dengan data yang ada. “Kita tentu tidak mau artikel yang diterima tidak berbobot,” ujarnya.
Karena itu, lanjut dosen Fakultas Syariah dan Hukum tersebut, sang penelaah artikel jurnal harus peka dengan menempatkan diri sebagai pembaca. Karenanya, yang harus diperhatikan ialah apakah pernyataan sudah jelas dan relevan dengan data.
Tak berhenti di situ, masih banyak lagi aspek yang menjadi tugas para editor juga reviewer. Salah satu yang menjadi problem utama ialah tata bahasa. “Bahkan seseorang yang sudah menerbitkan buku-buku populer pun tidak lepas dari kesalahan mendasar ini,” tutur Bu Euis, sapaan akrabnya.
Ia pun memperlihatkan hasil editan beberapa artikel. Termasuk artikelnya yang mendapat banyak koreksi dari jurnal lain. “Tidak usah malu kalau dilihat. Saya pun belajar dari cara orang me-review artikel saya,” kata pengampu mata kuliah Metode Penelitian dan Penulisan Hukum tersebut di akhir sesinya. (nd)

Lebih Lanjut »
PROF. AL MAKIN: MENCARI DAN MENJAGA TEMAN
Jumat, 28 September 2018 . in Berita . 145 views
1633_makin.jpg

GEMA-Menyambut tim jurnal UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Prof. Al Makin, Ph.D. menceritakan sejarah perkembangan Jurnal Al Jami’ah, Jumat (28/9). Workshop sekaligus studi banding ke Ruang Redaksi Jurnal Al Jami’ah berlangsung seharian.
Prof. Makin menjelaskan suka-duka pengelola jurnal di institusinya. Jatuh-bangun tentu menjadi hal yang normal di awal penguatan jurnal. Dalam hal ini, komitmen dan konsisten pengelola sangat dibutuhkan. “Alhamdulillah, Jurnal Al Jami’ah sangat beruntung karena pengelolanya sangat setia, sehingga kami berjalan hingga saat ini,” imbuhnya.
Selanjutnya, kendala yang sering dihadapi jurnal manapun yaitu kurangnya jumlah artikel. Prof. Makin menyebutkan satu solusi yang kadang terabaikan, menjalin pertemanan. Mengikuti forum-forum jurnal antar perguruan tinggi menjadi cara untuk mencari dan menjalin silaturahim.
Cara ini, menurut editor in-chief Jurnal Al Jami’ah tersebut, tidaklah sesimpel yang dibayangkan. Bisa jadi, di tengah jalan, silaturahim akan terputus sehingga akses pun tertutup. “Esensi jurnal itu ya menambah teman sekaligus ilmu ,” tuturnya
Workshop dan studi banding ini diikuti oleh pengelola dari empat jurnal UIN Malang. Yakni, Jurnal Ulul Albab, Jurnal El Harakah, Jurnal Jurisdictie, dan Jurnal de Jure. (nd)

Lebih Lanjut »
AICIS 2018: HASIL PEMIKIRAN YANG BERMANFAAT
Jumat, 21 September 2018 . in Berita . 160 views
1629_opening-aicis.jpg

GEMA-Kota Palu menjadi tuan rumah Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2018. Bertema “Islam in a Globalizing World: Text, Knowledge, and Practice”, STAIN Datokarama, Palu terpilih menjadi (18-20/9) pengelola wadah berkumpulnya cendekiawan lokal dan internasional ini. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka perhelatan akbar tahunan Kementerian Agama tersebut di Hotel Mercure.
Ia berharap, hasil diskusi dalam konferensi internasional ini menguatkan program di lingkungan Kemenag. Khususnya dalam transformasi PTKIN dimana STAIN berubah menjadi IAIN dan kemudian universitas. “Kita harap semakin banyak perguruan tinggi yang fokus pada integrasi keilmuan melalui berbagai riset,” imbuhnya.
Tak hanya manfaat bagi institusi pendidikan, hasil pemikiran para cendekiawan diharapkan dapat memecahkan beragam persoalan di masyarakat. Baik itu permasalahan sosial, adat, maupun keagamaan seperti maraknya intoleransi belakangan ini.
Bersamaan dengan pelaksanaan AICIS 2018, pameran pendidikan pun digelar di kawasan kampus IAIN Datokarama Palu. Peserta pameran ialah perguruan tinggi di bawah naungan Kemenag. Tak hanya itu, pihak kampus juga menggelar pameran bagi setiap fakultas di tempat yang sama. (ptt/nd)

Lebih Lanjut »
PAMERAN AICIS 2018: PRESENTASI KARYA SAINTEK
Selasa, 18 September 2018 . in Berita . 65 views
1620_pameran2.jpg
PENJELASAN: Juniardi menjelaskan Augmented Reality kepada pengunjung di stan UIN Malang

GEMA-Fakultas Sains dan Teknologi tak pernah absen menjadi peserta pameran pendidikan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2018. Bertempat di kampus IAIN Datokarama, Kota Palu, Sulawesi Tengah, perwakilan Fakultas Saintek kembali mempresentasikan karyanya kepada pengunjung (17-20/9).
Perwakilan tim robotika, Juniardi Nur Fadila membawa mesin pencetak tiga dimensi, drone rakitan, juga Augmented Reality. Tim Jurusan Fisika, Aulia, membawa lidah elektronik, sedangkan tim Jurusan Biologi, Safira, membawa Oshibana (kreasi bunga kering), minuman dari bunga, dan lainnya.
Para pengunjung tak hanya sekadar melihat karya-karya yang dipamerkan, namun juga meminta tim Saintek untuk menjelaskan karya yang terbilang baru tersebut. Seorang pengunjung bahkan rela menunggu hasil cetakan tiga dimensi. “Mumpung bisa lihat prosesnya langsung, kalau tidak ada pameran begini, tidak mungkin bisa lihat,” tuturnya.
Tak hanya meladeni pengunjung kalangan mahasiswa, Juniardi bahkan menjelaskan karya komunitasnya ke siswa sekolah dasar yang berkunjung untuk studi lapangan pelajaran Bahasa Inggris. “If you shoot this picture, there is an explanation about it automatically,” jelasnya. (nd)

Lebih Lanjut »
MAHASISWA IAIN PALU BORONG TERBITAN UIN PRESS
Selasa, 18 September 2018 . in Berita . 67 views
1619_pameran.jpg
PAMERAN: Tim UIN Press sibuk melayani rombongan mahasiswa IAIN Palu yang memburu referensi di stan UIN Malang di AICIS 2018

GEMA-Pameran pendidikan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2018 diadakan di Kota Palu, Propinsi Sulawesi Tengah. Tim UIN Malang juga turut berpartisipasi membuka stan yang bertempat di IAIN Datokarama, Palu (17-20/9). Selain karya mahasiswa, buku-buku terbitan UIN Press masih menjadi salah satu daya tarik stan Kampus Ulul Albab.
Menurut pantauan Gema, sebelum stan benar-benar siap, sudah banyak pengunjung yang berkerumun untuk melihat buku-buku yang tengah ditata. Tim UIN Press pun mulai mempromosikan buku-buku dengan beragam tema tersebut. Tak sampai sejam, sudah puluhan buku yang terjual.
Muhammad Karim, staf UIN Press, menyatakan, khusus untuk pameran AICIS 2018, pihaknya memberi diskon untuk seluruh buku. Diskonnya pun tak tanggung-tanggung, hingga 50%. “Untuk mahasiswa IAIN Palu, saya kasih diskon yang lebih banyak lagi karena mereka butuh untuk referensi kuliah,” promonya.
Di antara sekian banyak mahasiswa yang berkunjung, tampak pula mahasiswa baru IAIN Kota Palu yang membeli buku sesuai jurusannya. “Saya mahasiswa baru Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, jadi saya butuh buku-buku untuk memperdalam kemampuan berbahasa Arab,” tutur Ramlan.
Sore hari, sebelum stan UIN Malang ditutup, tersisa sekitar 40 eksemplar buku yang akan dijual lagi keesokan harinya. (nd)

Lebih Lanjut »
DIKTIS: AGAR CAPAI TARGET 5000 DOKTOR
Kamis, 13 September 2018 . in Berita . 161 views
1615_5000.jpg

GEMA-Tim Project Management Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) berkunjung ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Misi mereka khusus untuk berbagi informasi Program 5000 Doktor Luar Negeri kepada seluruh sivitas akademika. Acara dihelat di Auditorium Fakultas Humaniora Lt.3, Kamis (13/9).
Salamah Agung, Ph.D., tim Diktis, mengungkapkan bahwa program ini jauh dari yang ditargetkan. Pasalnya, dari target 1000 kandidat doktor yang ingin dicapai per tahunnya, baru sekitar 200 aplikan yang dinyatakan lolos. “Tentu ini menjadi evaluasi kami,” imbuhnya.
Setelah mengevaluasi, lanjut Salamah, ada beberapa hal yang menjadi catatan Diktis sebagai penyedia beasiswa. Masalah utama ada pada proposal disertasi yang diserahkan pendaftar beasiswa doktor. Kurangnya bimbingan dalam penyusunan proposal berakibat pada buruknya kualitas itu sendiri. “Sehingga proposal yang kami seleksi, kebanyakan kurang matang dan jauh dari standar,” tutur dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.
Tak hanya proposal, kemampuan bahasa asing disinyalir menyumbang faktor gagalnya menembus beasiswa. Apalagi, Kementerian Agama fokus pada pemberian beasiswa di luar negeri. “Proposal bagus, administrasi siap, tapi bahasanya lemah, tentu menjadi sebab gagal,” tambah Amir, salah satu tim Diktis yang juga mengisi sosialisasi tersebut.
Dalam sosialisasi tersebut, Kabiro AAK UIN Malang Drs. Achmad Heru Achadi turut mendorong dosen-dosen muda di kampus untuk memanfaatkan kesempatan ini. Meraih beasiswa doktor tak hanya baik untuk tiap dosen namun juga berimbas positif bagi pengembangan keilmuan di Kampus Ulul Albab. (ptt/nd)

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up