UIN MALANG-Sosialisasi Sertifikasi Halal bagi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) digelar di Balai Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jumat (11/7). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Halal Center UIN Malang. Acara dimulai pukul 10.00 WIB dan disambut antusias oleh para pelaku usaha dari berbagai dusun di Desa Sidoluhur.
Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman tentang pentingnya sertifikasi halal dan mendampingi UMK dalam proses pengajuan sertifikasi melalui sistem digital SiHalal. Kegiatan dibuka secara resmi oleh perwakilan Pemerintah Desa Sidoluhur yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKM dan Halal Center UIN Malang dalam memberdayakan pelaku usaha lokal.
Dalam sesi pemaparan, Ahmad Ghanaim Fasya, M.Si, hadir sebagai narasumber utama dan menyampaikan materi terkait urgensi sertifikasi halal dalam meningkatkan daya saing produk. Ia juga menjelaskan kebijakan terbaru dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Materi kedua dibawakan oleh Evi Nurus Suroiyah, S.S., M.Pd., yang menekankan pentingnya kesadaran halal sebagai nilai tambah dalam membangun kepercayaan konsumen. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, Evi berhasil membangun diskusi interaktif dengan peserta.
Hadir pula para Youth Halal Agent yang memandu teknis proses pendaftaran sertifikasi halal secara digital, serta membantu pelaku usaha dalam membuat akun Nomor Induk Berusaha (NIB) dan akun SiHalal. Mereka juga mempersiapkan pelaku UMK untuk proses pengajuan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 14 Juli 2025. Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari peserta. Banyak di antara mereka mengaku lebih memahami pentingnya legalitas halal dalam meningkatkan kualitas dan kepercayaan terhadap produk mereka di pasar.
UIN MALANG-Sebanyak 83 mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang akan melaksanakan Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) berbagai kategori mulai akhir Juni hingga awal Agustus 2025. Untuk melepas dan meresmikan awal program di liburan semester genap ini, peserta KKM berkumpul di depan Gedung Rektorat UIN Malang, Rabu (25/6). KKM kali ini juga diikuti oleh 23 mahasiswa UIN Mataram.
Dr. H. Isroqunnajah, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga, hadir menyampaikan pesan dan meresmikan keberangkatan mahasiswa. Baginya, pelaksanaan KKM adalah upaya nyata untuk dekat dengan masyarakat. Berbaur dengan masyarakat membuat kita mampu mempelajari beragam karakter serta berinteraksi. “Nanti hal-hal seperti ini bisa dipakai pasca lulus saat kalian kembali ke masyarakat,” imbuhnya.
Gus Is, sapaan akrab WR 4, menambahkan bahwa KKM adalah momen mempertaruhkan keilmuan dari masing-masing fakultas. Segala ilmu yang dipelajari saat kuliah bisa diaplikasikan saat di tengah masyarakat, di samping juga mengambil ilmu saat KKM. “Sehingga setelah wisuda, ilmu 40 hari bukan sia-sia. KKM pun akhirnya bukan sekadar untuk memenuhi SKS saja,” jelas WR 4.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat, Dr. H. Syaiful Mustofa, MA., M.Pd. menginfokan, ada beberapa kategori KKM yang dilaksanakan serentak pada periode ini. Yaitu, KKM Reguler di Desa Kayu Kebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Lokasi ini dipilih oleh Bupati Kabupaten Pasuruan sebagai Kampung Moderasi Beragama karena tak hanya ditinggali oleh Muslim, namun juga penganut Agama Hindu yang menjadi bagian dari Suku Tengger; KKM Mandiri Integrasi yang dilaksanakan di berbagai area di Kabupaten Malang; KKM Kolaborasi Nusantara di Kulon Progo, Yogyakarta; KKM Kolaborasi Internasional di Nagasaki, Jepang; serta Program MBKM dalam bentuk Asistensi Mengajar di seluruh Jawa Timur.
Syaiful melanjutkan, ada dua program yang harus dilakukan saat KKM, yakni Proker Keagamaan dan Proker Kemasyarakatan. Proker Keagamaan ialah kegiatan yang berpusat di masjid dan majelis ta’lim seperti sholat jama’ah dan 1 Day 1 Juz. Sedangkan Proker Kemasyarakatan berpusat di balai desa yang programnya sesuai dengan keilmuan di prodi masing-masing.
Pada saat peresmian, turut hadir pula Dr. Emawati, M.Ag., Kepala Pusat Penelitian UIN Mataram mengantarkan mahasiswa kampusnya yang berkolaborasi Program KKM dengan UIN Malang. Ia berharap ke-23 mahasiswanya dapat berinteraksi dan berkolaborasi dengan teman-teman KKM-nya, serta berbaur dengan masyarakat. Ia pun berpesan agar para peserta KKM dapat menjaga komitmen dan integritas yang sudah ditanamkan di kampus. Sehingga nantinya, mahasiswa dapat menjaga norma serta akhlaknya saat berinteraksi di tengah masyarakat tempat KKM.
Ketua LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd. turut hadir dan mengantarkan mahasiswa ke tempat KKM Reguler. Tak hanya itu, hadir pula beberapa DPL (Dosen Pendamping Lapangan) yang nantinya akan membimbing mahasiswa KKM selama 40 hari. (nd)