MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Sosialisasi Program MoRA The Air Funds 2025 yang digelar oleh LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Kamis, (9/10), menghadirkan Prof. Dr. Roihatul Mutiah, M.Kes., Apt. sebagai pemateri. Dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Rektorat lantai 5 tersebut, Prof. Roihatul membagikan pengalaman dan strategi keberhasilannya menembus pendanaan riset MoRA The Air Fund Kemenag–LPDP 2024–2026 senilai lima miliar rupiah.
Dalam pemaparannya, Prof. Roihatul menekankan bahwa kunci utama keberhasilan proposal riset terletak pada kebaruan ide dan kebermanfaatannya bagi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa proposal yang kuat tidak hanya bersifat teknis atau akademis, tetapi harus memiliki unsur kebaruan yang jelas, berbasis potensi lokal, dan diarahkan pada hilirisasi hasil riset. Hal tersebut menjadi pembeda antara riset yang sekadar memenuhi target akademik dengan riset yang berdampak nyata.
Prof. Roihatul kemudian memaparkan enam poin penting yang menjadi faktor pendukung proposalnya hingga berhasil mendapatkan pendanaan besar. Enam poin tersebut meliputi: menawarkan novelty atau kebaruan berbasis bahan lokal, menyusun roadmap riset berbasis TKT yang runtut dan realistis, menetapkan luaran terukur seperti publikasi Q1 atau Q2, HKI, dan prototipe, membentuk tim multidisiplin serta menjalin kemitraan dengan industri, menyiapkan dokumen pendukung secara lengkap, serta menonjolkan dampak nasional dan internasional dari hasil riset.
Dalam kesempatan itu, Prof. Roihatul juga memaparkan penelitiannya yang berjudul Standarisasi dan Hilirisasi Produk Fermentasi Buah Kesemek (Diospyros kaki) BMC+ sebagai Kandidat Sinbiotik untuk Meminimalisir Efek Samping Kemoterapi. Penelitian tersebut menggabungkan pendekatan ilmiah dengan nilai sosial-ekonomi, karena selain memberikan solusi kesehatan, juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani kesemek serta membuka peluang ekspor produk fermentasi lokal.
Di akhir sesi, Prof. Roihatul menegaskan bahwa riset yang baik adalah riset yang hidup, yakni riset yang hasilnya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, membuka peluang ekonomi, dan memperkaya ilmu pengetahuan. Melalui kegiatan ini, LP2M UIN Malang berharap pengalaman dan strategi yang dibagikan Prof. Roihatul dapat menjadi inspirasi bagi para dosen dan peneliti lain untuk mengembangkan riset inovatif, aplikatif, dan berdampak luas.
Reporter: Azman Fawwazi



