MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Pusat Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar shalat ghaib dan doa bersama sebagai bentuk duka cita mendalam atas musibah yang menimpa Pondok Pesantren Al Khoziny. Kegiatan yang menjadi puncak ungkapan solidaritas ini dilaksanakan serentak di empat titik kampus setelah pelaksanaan shalat Maghrib, menyusul berakhirnya operasi pencarian korban oleh tim gabungan.
Empat lokasi pelaksanaan shalat ghaib tersebut meliputi; Masjid At-Tarbiyah, Masjid Ulul Albab, Islamic Tutorial Center, dan Masjid Ali Ash-Shobuni. Ratusan mahasiswa, pengasuh Ma’had, serta warga kampus turut hadir dan larut dalam suasana haru. Di Masjid At-Tarbiyah, shalat ghaib dipimpin oleh Ustadz Muzakki, alumni Pondok Pesantren Al Khoziny, yang kemudian menyampaikan tausiyah penuh makna.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Muzakki mengungkapkan bahwa para korban wafat dalam keadaan syahid, karena meninggal saat sedang menunaikan ibadah shalat Ashar dan berada dalam posisi sujud. “Mereka berpulang dalam keadaan terbaik, sedang beribadah dan menuntut ilmu. Semoga Allah SWT menempatkan mereka di sisi-Nya,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pengingat akan pentingnya istiqomah dalam beribadah.
Kegiatan ini bukan sekadar bentuk penghormatan terakhir, tetapi juga wujud nyata solidaritas sosial dan spiritual dari seluruh elemen UIN Malang. Dukungan institusional ini diperkuat oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang bersama Menteri Agama Republik Indonesia, telah turun langsung ke lokasi kejadian pada Selasa, 30 September 2025, untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga korban.
Pusat Ma’had Al-Jami’ah juga merencanakan kegiatan lanjutan, seperti istighosah dan penggalangan dana. Selain itu, akan digelar kajian tematik tentang hikmah di balik musibah sebagai bagian dari pembinaan spiritual mahasiswa. Dengan berakhirnya prosesi doa bersama, UIN Malang menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga tentang pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan kekuatan iman dalam menghadapi ujian kehidupan. (af)
Reporter: Muh. Noaf Afgani



