MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang) resmi menganugerahkan gelar “Bapak Ekoteologi Indonesia” kepada Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar. Penobatan tersebut berlangsung dalam suasana akademik yang khidmat di bawah rindangnya pepohonan kampus UIN Malang pada pertengahan Oktober 2025.
Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si, menyampaikan bahwa gelar tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi Menag dalam mengintegrasikan nilai-nilai keimanan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Gagasan ekoteologi yang diusung Prof. Nasaruddin Umar menekankan pentingnya membaca alam sebagai bagian dari ayat-ayat Tuhan. Dalam berbagai kesempatan, beliau menyampaikan bahwa pohon, sungai, udara, dan tanah merupakan tanda-tanda kebesaran Ilahi yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab spiritual. Konsep tersebut telah berkembang menjadi gerakan nasional yang diwujudkan melalui kebijakan Kementerian Agama, salah satunya mewajibkan calon ASN menanam pohon sebelum pelantikan sebagai simbol pengabdian terhadap bumi.
Prof. Ilfi menilai, bahwa Prof. Nasaruddin telah menunjukkan bentuk keimanan yang membumi, bukan sekadar konsep teologis. Menurutnya, tindakan nyata seperti menanam pohon mencerminkan ibadah yang menyentuh tanah dan mengakar dalam kehidupan. Di lingkungan madrasah dan pesantren, gerakan ini telah menginspirasi peserta didik untuk memahami bahwa merawat alam merupakan bagian dari ibadah dan akhlak mulia sebagai khalifah di muka bumi.
Kementerian Agama juga menggandeng berbagai pihak seperti Kementerian Lingkungan Hidup, organisasi keagamaan, dan lembaga pendidikan untuk memperluas gerakan ekoteologi lintas iman. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat kesadaran ekologis sebagai misi kemanusiaan universal. Prof. Nasaruddin Umar dinilai berhasil membangun paradigma baru bahwa mencintai Tuhan harus disertai dengan menjaga ciptaan-Nya.
Melalui penanaman pohon, UIN Malang dan Kementerian Agama ingin menanam harapan dan amal jariyah yang terus tumbuh meski manusia telah tiada. Setiap pohon yang ditanam menjadi simbol doa, zikir, dan pengabdian yang berbuah kebaikan. Dari kampus hijau UIN Malang, pesan ekoteologi bergema sebagai langkah kecil yang membawa perubahan besar bagi masa depan umat dan semesta. (af)
Reporter: Muh. Noaf Afgani



