UIN Malang Resmikan PSGAD: Langkah Nyata Menuju Kampus Inklusif
Iffatunnida Kamis, 30 Oktober 2025 . in Berita . 277 views
10287_psgad.jpg


MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Mengakhiri Oktober 2025, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan Seminar Nasional dan Konferensi Nasional Ulama Perempuan Indonesia, Kamis, 30 Oktober 2025. Acara bertema "Menuju Kampus Inklusif: Memperkuat Peran Ulama dan Akademisi dalam Pemenuhan Hak-Hak Disabilitas" ini bertempat di Rumah Singgah UIN Malang Kampus 2. Acara ini merupakan kerjasama beberapa lembaga: Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA)-LP2M dan Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), dan Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon. Selain itu, ada pula lembaga lain yang turut menyukseskan forum ini, seperti Yayasan Fahmina dan Forum PSGA.
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, hadir untuk membuka acara sekaligus meresmikan perubahan PSGA menjadi PSGAD (Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas). Hal ini dilakukan untuk membangun UIN Malang yang inklusif, yakni lembaga pendidikan yang ramah bagi semua kalangan, termasuk perempuan, anak, disabilitas, dan seluruh unsur agama. Sebagai kampus berbasis Islam, UIN Malang juga terbuka bagi mahasiswa non Muslim. “Saat ini kami juga memiliki mahasiswa non Muslim, dan alhamdulillah mereka tetap merasa nyaman dengan kultur Islami di kampus kami,” jelasnya.
Selain itu, untuk mematangkan UIN Malang menjadi kampus yang ramah disabilitas, pihaknya akan mempersiapkan infrastruktur yang memadai di ketiga kampusnya. Seluruh hal ini dilakukan agar kampus berlogo Ulul Albab ini memiliki nilai keberdampakan bagi semua, tak hanya di Indonesia, tapi juga internasional. “Kampus ini memang di Malang, tapi kami ingin bersuara dari level lokal, hingga global. Kami tidak mau hanya berprestasi di level nasional, tapi juga level internasional,” tegas Prof. Ilfi.
Meski sudah mengantongi akreditasi Unggul, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak ingin hal itu menjadi sekadar predikat. “Kami ingin unggul pula di semua layanan untuk seluruh sivitas akademik dan stakeholder di Indonesia dan dunia global,” papar rektor pada sambutan pembukaannya.
Sementara itu, Aprilia Mega, M.Si., Kepala PSGA UIN Malang, melaporkan bahwa forum ini dihadiri oleh perwakilan PSGA dari berbagai propinsi di Indonesia. "Mereka yang hadir merupakan ulama, akademisi, dan aktivis sosial berbagai institusi," imbuhnya. Seminar nasional ini diadakan untuk mewujudkan kolaborasi lintas sektor menuju kampus inklusif dan berkemaslahatan, ditandai dengan deklarasi bersama seluruh lembaga yang bekerjasama. "Akan ada pula penandatanganan MoU antara UIN Malang dan ISIF Cirebon," tambah Mega.

10288_psgad1.jpg

Ketua KUPI: Semua Manusia adalah Subyek Kehidupan
Dr. Hj. Badriyah Fayumi, Ketua KUPI, hadir dalam seminar nasional tersebut secara daring. Ia menyampaikan bahwa KUPI memiliki agenda penting utk kemanusiaan. KUPI ingin menjadi sahabat bagi semua, agar eksistensi manusia terwujud sepenuhnya. “Setiap manusia, perempuan-lelaki, dewasa-anak, disabilitas dan non disabilitas adalah makhluk yang berhak mendapatkan perlindungan dan pemenuhan haknya,” jelasnya
Ia juga menyampaikan bawah setiap manusia adalah subyek kehidupan, bukan hanya sebagai obyek. “KUPI membersamai teman-teman disabilitas untuk dapat menjadi subyek dalam hidup,” ujar Dr. Badriyah.
Di akhir sambutan, ia berharap agar forum serupa akan ada lagi di institusi lainnya. Sebagai Ketua KUPI, ia mendorong masyarakat agar memiliki pandangan teologis yg ramah. Ia menegaskan agar ada pembangunan sarana publik yang ramah disabilitas, dan juga pengembangan teknologi agar kalangan disabilitas mendapatkan pemenuhan seluruh haknya.

Acara yang Ramah untuk Semua Kalangan
Ada yang menarik dalam pelaksanaan Seminar Nasional dan Konferensi Nasional Ulama Perempuan Indonesia. Sesuai slogan untuk mewujudkan kampus inklusif, pihak panitia ingin acara dapat diikuti oleh semua kalangan.

10286_psga2.jpg

Karenanya, empat Juru Bahasa Isyarat (JBI) dihadirkan. Mereka ialah Nastiti Mufida, Uyunul Wirdah Ningrum, Putri Nuraini, dan Syarifatul Izza. Kehadiran mereka membantu para teman tuli untuk mengikuti seluruh rangkaian seminar dengan baik. Tak hanya membahasa Isyaratkan sambutan, para JBI juga nampak membersamai lantunan ayat al-Quran dan shalawatan.

 

(INFOPUB)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up